

inNalar.com – Gelontorkan dana Rp 41,3 miliar Pulau Flores NTT Bakal Punya dua ruas jala baru.
Direktorat Jenderal Bina Marga melakukan peningkatan dan pembangunan jalan di Pulau Flores.
Pembangunan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperlancar arus distribusi barang di Flores.
Baca Juga: Kebongkar! Militer Israel Unggah Video Hoax, Akui Lenyapkan Pejuang Hamas, Begini Isi Rekamannya…
Pembangunan dua ruas jalan yang ada di Flores adalah pembangunan jalan Nangaroro-Maunori-Raja di Kabupaten Nagekeo.
Sedangkan peningkatan jalan dilakukan untuk Akses menuju Bandara Gewayantana yang terletak di Kabupaten Flores Timur.
Kedua ruas tersebut merupakan jalan daerah, akan tetapi.masuk dalam jalan strategis yang berdampak pada perekonomian daerah Flores.
Baca Juga: Berakhir Kacau! Pembukaan Lulu Mall di India Berujung Penjarahan, Kini Aturan Mulai Diperketat
Dana yang digunakan dalam penyelenggaraan kedua ruas jalan di NTT tersebut merupakan anggaran yang berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Dengan rincian pendanaan untuk peningkatan Jalan Akses Bandara Gewayantana sebesar Rp 15,4 miliar dan pembangunan jalan Nangaroro-Maunori-Raja menggunakan anggaran Rp 25,09 miliar.
Sehingga total dana yang digunakan dalam penyelenggaraan kedua ruas jalan di Pulau Flores tersebut Rp 41,3 miliar.
Baca Juga: Berakhir Kacau! Pembukaan Lulu Mall di India Berujung Penjarahan, Kini Aturan Mulai Diperketat
Sutrisno, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah IV Provinsi NTT dari website resmi Kementerian PUPR, pembangunan atau peningkatan pas ariS jalan strategis BPJN NTT melakukan survei serta studi lapangan.
Sebab, pembangunan ruas jalan strategis merupakan pekerjaan pemerintah Pusat dan merupakan kewenangan Pemda.
Dirinya juga menambahkan bahwa pembangunan untuk ruas jalan Nangaroro-Maunori-Raja memiliki panjang 8 km.
Sedangkan peningkatan Jalan Akses Bandara Gewayantana ang terletak di Kabupaten Flores Timur memiliki panjang 5,82 km.
Untuk peningkatan Jalan yang menuju Akses Bandara Gewayantana ditargetkan oleh Sutrisno selesai pada bulan Oktober 2021.
Semoga saja, pembangunan jalan strategis tersebut mampu berdampak dalam peningkatan perekonomian di Nusa Tenggara Timur terutama di kepulauan Flores.***