

inNalar.com – Puasa sunnah yang apabila ditunaikan maka besar pahalanya. Karena dari definisi sunnah sendiri adalah jika dilakukan akan berpahala dan jika tidak dilakukan tidak apa-apa, namun ketika sunnah saja mendatang pahala yang besar. Maka ketika meninggalkan sunnah akan berasa rugi.
Seperti puasa sunnah , dilakukan setiap sepekan sekali dengan banyak keutamaan dan kebermanfaatannya. Sebagai orang muslim perlu mengetahui apa saja keutamaan menjalankan puasa Senin-Kamis.
Puasa adalah suatu bentuk ibadah yang langsung kepada Allah SWT, apabila seorang muslim/muslimat menjalankan dengan ke ikhlasan dan tanpa paksaan, Allah SWT pun akan memberikan pahala yang besar baginya.
Baca Juga: Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Bacaan Doa Buka Puasa Teks Arab, Latin dan Artinya
Di artikel ini akan membahas mengenai topik puasa Senin-Kamis mulai dari keutamaan menjalankannya, waktu yang tepat untuk berpuasa dan lafaz doa niat puasa Senin-Kamis.
Keutamaan Puasa Senin-Kamis
Puasa Senin-Kamis memiliki beberapa keutamaannya, di antaranya yaitu:
1. Puasa yang selalu dijalankan oleh Rasulullah.
Siti ‘Aisyah radhiyallu ‘anha pernah berkata:
Baca Juga: Niat dan Hukum Apakah Boleh Puasa Syawal Sebelum Membayar Hutang Puasa Ramadhan?
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَحَرَّى صَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ
Artinya: “Nabi SAW selalu menjaga puasa Senin dan Kamis.” (HR Tirmidzi dan Ahmad).
2. Hari penyetoran amal manusia.
Hari Senin dan Kamis yang merupakan hari istimewa bagi umat muslim, karena hari tersebut merupakan hari dimana semua amal manusia mulai dari amal baik hingga amal buruk akan disetorkan kepada Allah SWT pada hari Senin dan Kamis tersebut.
Sangat disarankan sekali ketika amal kita akan disetorkan dalam keadaan kita masih menjalankan puasa sunnah. Sudah dijamin Allah akan memberikan pahala yang sangat besar.
Seperti dalam hadis dijelaskan, Usamah menjawab, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” Ketika Nabi ditanya tentang hal itu, beliau menjawab,
إِنَّ أَعْمَالَ الْعِبَادِ تُعْرَضُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيْسِ
Artinya, “Sesungguhnya amalan para hamba disampaikan pada hari Senin dan Kamis.”
Dalam hadits lain, beliau bersabda,
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya, “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa.” (HR Tirmidzi).
3. Hari Senin dan Kamis dibukanya pintu surga.
Hari yang sangat istimewa sekali, pada hari itu Allah SWT membuka pintu surga.
Rasulullah pernah bersabda:
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ
Artinya: “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan.” (HR Muslim, No. 4652).
4. Hari lahir dan wafatnya Rasulullah SAW.
Baca Juga: Tips Sehat Menjaga Tubuh Setelah Lebaran hingga Puasa Sunnah Syawal dari dr. Zaidul Akbar
Hari Senin merupakan hari lahirnya Rasulullah dan Kamis juga merupakan hari wafatnya Rasulullah SAW.
Dalam satu hadits dijelaskan:
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ: ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
Artinya, “Nabi ditanya soal puasa pada hari Senin, beliau menjawab, ‘Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku.” (HR Muslim: 1162).
Waktu pelaksanaan puasa Senin-Kamis
Puasa sunnah ini masih sama seperti puasa-puasa yang lain, yakni dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Dan tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Dan waktunya yakni setiap hari Senin dan Kamis setiap pekan, kecuali pada hari-hari haram, seperti Idul Fitri, Idul Adha, hari tasyrik (11,12 dan 13), separuh terakhir dari bulan sya’ban dan hari yang diragukan (30).
Lafaz niat puasa Sunnah Senin-Kamis
Waktu dimulainya sama seperti puasa pada umumnya, dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Baca Juga: Niat Qadha Puasa Ramadhan, Lengkap Arab dan Latinnya
1. Puasa hari Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta’ala.”
2. Puasa hari Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta’ala.”***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi