PT PAL Bangun Kapal Perang Fregat Merah Putih Terbesar dan Tercanggih, Militer Indonesia Siapkan Keamanan Laut

InNalar.com – PT PAL Indonesia telah membangun kapal militer atau fregat terbesar dan tercanggih bernama Merah Putih.

Sebagaimana diketahui PT PAL merupakan sebuah BUMN yang memproduksi alat utama sistem pertahanan Indonesia khususnya kapal perang maupun niaga.

Baru-baru ini PT PAL menjadi sorotan karena akan membangun fregat bernama Merah Putih yang diklaim menjadi terbesar dan tercanggih di Indonesia.

Melansir dari Naval News, fregat Merah Putih menggunakan desain Arrowhead 140.

Baca Juga: Miliki Hutan Mangrove Seluas 30 Hektar, Desa Wisata di Sulawesi Utara Ini Jaraknya Cuma 50 Menit dari Manado

Fregat Merah Putih dikatakan memiliki panjang 140 meter dengan bobit 5.996 ton dan menjadi kapal tempur dengan permukaan terbedar dan tercanggih yang pernah dibuat Indonesia.

PT PAL sebelumnya mengumumkan bahwa kontrak pembangunan dua unit fregat tersebut telah ditandatangani dengan Kementerian Pertahanan pada 30 April 2020.

Kemudian kontrak tersebut berlaku efektif mulai 24 Mei 2021 lalu.

Lalu September 2021, menandatangani perjanjian lisensi desai dengan Babcock Arrowhead yang memungkinkan PT PAL membangun dua fregat berbasis Aarowhead 140.

Baca Juga: Tersisa 80 Ekor! Ternyata Lumba-Lumba Air Tawar Asli Kalimantan Timur Mendekati Kepunahan, Kok Bisa?

Sementara itu, Fregat pertama dan kedua harus diserahkan masing-masing dalam 57 bulan dan 69 bulan sejak tanggal efektif kontrak. 

Sebelumnya, PT PAL menyatakan juga memanfaatkan pengalaman sebelumnya dalam membangun fregat SIGMA 10514 (PKR) (dengan pembuat kapal Belanda Damen) untuk mengerjakan fregat Merah Putih.

Menurut Iqbal Fikri selaku Chief Operating Officer (COO) PT PAL, proyek fregat tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia.

Baca Juga: 4 Kali Kebakaran! Inilah Kronologi Gunung Ciremai yang Menjadi Amukan Si Jago Merah Berulang-ulang

Yakni untuk memajukan dan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri pertahanan dalam negeri, termasuk meminimalisir ketergantungan terhadap senjata platform impor.

PT PAL pada tahun 2021 sempat menyatakan fregat tersebut akan memiliki tenaga penggerak Gabungan Diesel dan Diesel (CODAD) dengan kecepatan maksimum 28 knot (beban penuh) dan daya tahan 9.000 pada kecepatan 18 knot. 

Selain itu, kapal ini akan dilengkapi dengan sistem peluncuran vertikal (VLS) 24 sel untuk rudal permukaan-ke-udara (SAM) jarak menengah, VLS 32 sel untuk SAM jarak jauh, dan 16 sel untuk rudal permukaan-ke-udara dan rudal permukaan (SSM).

Baca Juga: Masuk Jajaran Palung Terdalam di Dunia, Laut Jawa Punya 5 Fakta Menarik yang Jarang Diketahui Publik

Berdasarkan desain akan ada dua sistem meriam angkatan laut 76 mm (oleh Leonardo) akan dipasang ke depan (yang merupakan konfigurasi langka). 

Sementara itu, menurut beberapa laporan, sistem manajemen tempur (CMS) fregat tersebut akan dipasok oleh perusahaan Turki, Havelsan. 

Jika hal ini terkonfirmasi, maka rangkaian sensor kemungkinan akan mencakup sistem Turki juga (termasuk sistem radar). 

CMS ADVENT Havelsan sudah dipilih TNI AL untuk kelas KCR60-nya. 

Baca Juga: Bukan Kolam Biasa! Rasakan Sensasi Berenang di Angel’s Billabong Nusa Penida Bali, Wajib Coba!

Rumor lokal juga menyebutkan kombinasi rudal permukaan ke udara MBDA ASTER dan rudal anti-kapal Brahmos India tetapi hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Namun demikian, konfigurasi akhir kapal dapat berubah tergantung pada anggaran dan kebutuhan misi Kementerian Pertahanan dan atau Angkatan Laut Indonesia (TNI AL).***

Rekomendasi