

inNalar.com – PT Archi Indonesia Tbk adalah perusahaan pemegang area konsesi Tambang Toka Tindung di Sulawesi Utara.
Berkat dua anak usaha yang kelolakan tambang emas tersebut, emiten berkode ARCI ini berhasil meroketkan pendapatan hingga US$ 172 juta.
Torehan cuan yang dihasilkan pada kuartal III tahun 2023 ini setara Rp2,72 triliun jika diasumsikan dengan kurs terkini Rp15.800,70.
Pemasukan tersebut ternyata dihasilkan dari performa penjualan emas di sektor lokal sebesar US$ 67,89 juta.
Ditambah dominasi penghasilan dari kinerja ekspornya sebesar US$ 104 juta.
Sebenarnya pendapatan yang berhasil ditembuskan PT Archi Indonesia Tbk meningkat 4 persen dari periode sebelumnya.
Namun sayangnya pembukuan laba bersih periode berjalan justru mencatatkan penurunan hingga 25 persen.
Jadi profit netto tahun 2023, pada dasarnya ARCI mencetak laba sebesar US$ 11,23 juta.
Namun pencapaian ini alami penurunan sebab tahun sebelum pembukuan terakhirnya ini, catatan laba bersih mencapai US$ 15,13 juta.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2023, tampak ada satu faktor yang membuat penguasa tambang emas Sulawesi Utara ini susutkan perolehan labanya.
Pendapatan perusahaan ternyata diiringi pula dengan naiknya besaran beban pokok penjualan.
Apabila di tahun 2022 ARCI mencatatkan beban pokok penjualan sebesar US$ 112 juta.
Pada tahun selanjutnya, emiten pemegang Tambang Toka Tindung ini catatkan beban pengeluaran hingga US$ 123 juta.
Dari segi biaya produksinya sebenarnya telah turun tipis, pos beban biaya pemakaian bahan pun tidak jauh berbeda dari yang tadinya US$ 17,84 juta.
Pada tahun terakhir pembukuannya, biaya pemakaian bahan hanya naik ke level US$ 17,93 juta.
Baca Juga: Targetkan Produksi Emas 500 Ton per Hari, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk Catatkan Kerugian Besar
Kendati demikian, beban jasa kontraktor membengkak sebesar US$ 52,69 juta. Selain itu, sektor pemeliharaan dan perbaikan menyedot anggaran hingga US$ 8,18 juta.
Perusahaan berbasis tambang emas ini juga mencatatkan peningkatan royalti menjadi US$ 13,09 juta.
Serta ada pula pos pajak dan retribusi yang tercatat masuk dalam beban pokok produksi sebesar US$ 795.837.
Kendati demikian, kinerja penjualan emas dan perak terbilang meningkat pesat dari tahun 2022.
Sebagai informasi, PT Archi Indonesia adalah pemain emas murni (pure-play glod) yang kapasitas produksinya terbesar kedua se-Asia Tenggara.
Gelar tersebut disematkan kepada ARCI karena 98 persen pendapatan dihasilkan dari produk emas murninya.***