

inNalar.com – Media digemparkan dengan kabar meninggalnya ahli psikiater ternama Israel, Moshe Yatom, pada 6 November lalu.
Moshe Yatom adalah seorang psikiater Israel yang memiliki jasa besar dalam menyembuhkan penyakit mental yang parah.
Moshe Yatom adalah sosok tak terkalahkan yang telah menemani Perdana Menteri Israel selama sembilan tahun.
Dilansir inNalar.com dari laman globalvillagespaces, psikiater ternama ini ditemukan bunuh diri di rumahnya di Tel Aviv.
Ia tewas gara-gara luka tembak karena ulahnya sendiri dan meninggalkan sebuah catatan bunuh diri.
Surat catatan tersebut melibatkan nama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai penyebab keputusasaan dirinya.
Perjuangan Moshe Yatom Mendampingi Netanyahu
Selama sembilan tahun mendampingi dan mengarahkan Perdana Menteri Israel, psikiater ini bergulat dengan berbagai tantangan.
Moshe Yatom paham dengan betul, bagaimana pola pemikiran Benjamin Netanyahu, yang diibaratkan seperti ‘lubang hitam’.
Ia menulis perjalanannya dalam buku harian, menggambarkan betapa suramnya perjuangan dirinya menembus pikiran Netanyahu.
Baca Juga: Disebut Ahli Berkilah, Pengamat Sebut Intervensi Dinasti Politik Jokowi Merusak Tatanan Demokrasi
Isi Catatan Harian Moshe Yatom
Kesehatan mental psikiater ternama Israel ini mulai menurun sejak Benjamin Netanyahu menyatakan hal yang menurut Yatom tidak masuk akal.
Perdana Menteri Israel ini menyebut bahwa penyerangan Washington dan New York pada 11 September 2001 adalah tindakan yang ‘baik’.
Ia juga menyamakan Iran dengan Nazi Jerman, dan bahkan menyebut program nuklir Iran dengan julukan ‘kamar gas pembunuh’.
Kamar gas pembunuh, atau flying gas chamber adalah ruangan tertutup yang digunakan untuk membunuh dengan gas.
Flying gas chamber adalah metode eksekusi terpidana mati di Amerika Serikat, dan pernah digunakan Nazi Jerman sebagai program genosida.
Pernyataan Benjamin Netanyahu yang lainnya, yang menurut Moshe Yatom tak rasional, sudah tertulis di buku harian psikiater pribadinya.
Pernyataan tersebut membuat psikiater ternama Israel ini resah, kesehatan mentalnya semakin menurun.
Naskah Peninggalan Moshe Yatom
Naskah Moshe Yatom, yang berjudul “Psychotic On Steroids”, mengungkap perjuangan dan upayanya yang gagah berani.
Psikiater Israel ini benar-benar berusaha menyelami kedalaman dan kerumitan labirin pikiran Benjamin Netanyahu.
Meski belum selesai ditulis, apa yang terjadi cukup menjadi bukti bahwa ia tak sanggup lagi menembus pikiran pasiennya.
Buku itu menjadi saksi, seperti apa kegigihan dirinya selama sembilan tahun, dan kerumitan apa saja yang terjadi di kantornya.
Moshe Yatom, psikiater ternama Israel ini, sukses memberikan banyak pelajaran kepada ahli mental di seluruh dunia. ***