Proyek VMARS: Upaya Indonesia Proyeksikan Simulasi Kehidupan di Planet Mars

inNalar.com – Ternyata di tengah ambisi negara luar yang berbondong bondong ingin menjelajahi luar angkasa, Indonesia muncul sebagai pemain baru dengan proyek VMARS.

Proyek VMARS bertujuan untuk menciptakan simulasi kehidupan di planet Mars.

Sehingga memberikan kesempatan bagi para peneliti dan calon astronot untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan eksplorasi planet merah.

Baca Juga: Kota Paling Gila di China, Bandara Megahnya Dibangun dengan Ratakan 7 Gunung hingga Keruk 6 lembah

Dengan latar belakang yang kuat dan tujuan yang jelas, VMARS berpotensi menjadi jembatan bagi RI untuk berkontribusi dalam eksplorasi luar angkasa.

Proyek ambisius ini digagas oleh Venzha Christ, Direktur Indonesia Space Science Society (ISSS), pada akhir tahun 2020.

Inisiatif ini lahir dari keinginan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang potensi luar angkasa serta untuk mengembangkan penelitian yang relevan dengan eksplorasi planet Mars.

Baca Juga: Spektakuler! China Ledakkan 7 Gunung Demi Realisasi Proyek di Atas Awan Senilai Rp3,45 Triliun

Sehingga, program ini tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium penelitian tetapi juga sebagai platform edukasi yang menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam sains dan teknologi.

Salah satu aspek paling menarik dari proyek gagasan Venzha Chirst ini adalah kemampuannya untuk menciptakan lingkungan yang menyerupai planet Mars.

Melalui simulasi ini, peserta akan mengalami berbagai aspek kehidupan di planet merah.

Baca Juga: Pasar Tradisional Purwodadi Bertransformasi Cantik di Lahan 22.337 M², Tapi Lokasinya Bukan di Jawa Tengah

Hal tersebut termasuk tantangan fisik dan psikologis yang mungkin dihadapi selama misi jangka panjang.

Tak hanya itu proyek yang diusung oleh Indonesia Space Sciene Society ini memiliki beberapa fokus penelitian.

Pertama adalah Terraforming (V-TF), yaitu penelitian mengenai cara-cara untuk mengubah kondisi lingkungan planet Mars agar dapat mendukung kehidupan manusia.

Baca Juga: Luar Biasa Unik! Kota di Perbukitan Italia Ini Bentuknya Seperti Siluet Manusia Raksasa

Lalu ada Space Farming (V-SFM) yang merupakan bentuk inovasi dalam pertanian luar angkasa yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan bagi para astronaut di planet merah.

Dan yang terakhir adalah Space Food (V-SF) yang berupa pengembangan makanan luar angkasa yang tidak hanya bergizi tetapi juga mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia.

Tak hanya itu proyek VMARS memiliki keunikan menonjol dengan pendekatan berbasis keanekaragaman hayati lokal.

Baca Juga: Dunia Makin Geger! Pulau Berlapis Emas Indonesia Tak Hanya di Papua: Ini 5 Sebaran Lokasinya

Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan pengetahuan tradisional, proyek ini berusaha mengembangkan solusi yang relevan dan berkelanjutan untuk tantangan hidup di planet Mars.

Kegiatan pembelajaran dalam proyek ini meliputi pengalaman isolasi diri, eksperimen dalam habitat yang dirancang khusus.

Serta kegiatan extravehicular activity (EVA) yang memberikan gambaran nyata tentang tantangan eksplorasi luar angkasa.

Proyek simulasi planet merah ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

Adanya kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia menjadi kunci dalam pengembangan teknologi dan penelitian yang diperlukan.

Selain itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga memberikan dukungan signifikan terhadap inisiatif ini.***

Rekomendasi