Proyek Trem Bogor Senilai Rp1,5 Triliun Ini Bakal Tersambung dengan LRT Cibubur-Baranangsiang, Progresnya…

inNalar.com – Rencana Proyek Trem Bogor yang diproyeksikan terhubung LRT Cibubur – Baranangsiang ini rupanya bakal digesa oleh Pemerintah Kota agar tidak sekadar wacana belaka.

Langkah maju Pemkot Bogor terungkap saat perusahaan swasta asal Perancis bernama Colas Rail ini mengungkap hasil Feasibility Study (FS) terkait proyek moda transportasi ini.

Pihak Country Director Colas Rail Indonesia mengungkap bahwa dana yang bakal dibutuhkan untuk mewujudkan mimpi ‘Kota Hujan’ ini sebesar Rp1,5 triliun.

Baca Juga: 5 Tahun Progresnya Seret, Bendungan Rp2,06 Triliun di Purworejo Jawa Tengah Ini Bakal Gunakan Jurus Jitu Demi Rampung Akhir 2024

Estimasi Dana yang telah diperhitungkan pihaknya disebut telah mencakup unit trem dan sejumlah sarana prasarana pendukung moda transportasinya.

Lebih lanjut, rekomendasi pasokan trem pun diungkap pula bahwa akan lebih baik menggunakan moda transportasi baru dibanding mengandalkan unit bekas.

Melansir dari Pemkot Bogor, Plt. Dirjen KA Kemenhub Zulmafendi menyambut baik proyek tersebut dan memberi usulan teknis mengenai hal ini.

Baca Juga: Masuk Anggaran Rp14,6 Triliun, Jalan Akses Kawasan Pertanian Warisan Kolonial Belanda di Merauke Papua Kini Mulus Sepanjang 5 Km, Lokasinya…

Zulmafendi mengusulkan bahwa Proyek Trem Bogor ini dimungkinkan akan menjadi rute lanjutan dari LRT Terminal Cibubur di titik Stasiun Harjamukti menuju Baranangsiang.

Dengan demikian, mobilitas warga Bogor – Jakarta akan semakin mudah karena kedua layanan transportasi itu langsung terkoneksi satu sama lain.

Jadi setelah warga sampai di tujuan stasiun LRT yang ada di Baranangsiang, selanjutnya untuk menjangkau rumah agar lebih dekat lagi maka bisa menjadikan trem sebagai opsi angkutan umum selanjutnya.

Baca Juga: Siapkan Rp10 Miliar, Stadion Terbengkalai di Kalimantan Timur Bakal Diperbaiki Buat Borneo FC, Jadi Homebase?

Lantas, apa langkah selanjutnya setelah Pemkot berhasil menyelesaikan tahap Feasibility Study?

Setelah tahap FS selesai, pihak pemerintah kota Bogor tengah menggarap Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk penugasan pelaksanaan proyek ini kepada kontraktor pembangun yang terpilih.

Dalam hal ini, Pemkot memberikan penugasan kepada Perumda Trans Pakuan (PTP) untuk membangun proyek ini.

Baca Juga: Jembatan Kaca Seharga Rp25 Miliar di Sumatera Barat Dibangun di Daerah Rawan Tindak Kriminal, Ada Dimana?

Sebagai gambarannya, rute lintasan trem ini akan dimulai dari kawasan Baranangsiang – Jalan Otista – Jalan Juanda – Jalan Kapten Muslihat – Alun-Alun Bogor-Sawojajar – Sempur dan kembali ke titik semula.

Pada dasarnya, proyek ambisius Wali Kota Bima Arya ini telah dicetuskan sejak tahun 2021, tepatnya ketika dirinya berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Sebagai tindak lanjutnya, dirinya pun kemudian kembali membahas kelanjutan proyek ini guna memastikan dukungan dari BUMN.

Baca Juga: Victor Osimhen Tinggal Selangkah Lagi Gabung Chelsea, Napoli Gercep Amankan Penggantinya di Bursa Transfer Januari

Saat kunjungan Wali Kota Bogor Bima Arya dengan Wakil Menteri BUMN Rosan Perkasa Roeslani, terdapat saran khusus guna memprogres proyek trem ini.

Wamen BUMN menyarankan agar dibentuk konsorsium atau umbrella agreement untuk memperkuat realisasi dari berbagai sektor.

Pasalnya untuk mewujudkan rute trem sepanjang 7,1 kilometer di dalam perkotaan ini bakal butuh sinergitas yang harmonis dari berbagai lembaga dan kementerian terkait.

Baca Juga: Manchester United Goda 2 Pemain Bayern Munchen Merapat ke Old Traffrod di Bursa Transfer 2024, Siapa?

Mulai dari pendanaan hingga garapan konstruksi dan kebutuhan tata kelola proyek lainnya yang tentunya bakal melibatkan banyak pihak yang mumpuni di bidangnya.

Sebagai informasi tambahan, Wali Kota Bima Arya pun diketahui sempat mengunjungi Kedutaan Besar Perancis Fabien Penone untuk membahas proyek ini.

Sambil menyelam minum air, memekarkan hubungan RI dengan Perancis di bidang ekonomi juga diharapkan bakal menarik investasi pula dari negaranya dalam program moda transportasi trem ini.

Baca Juga: Persaingan Sengit E-Commerce di Akhir 2023, Siapa yang Menjadi Pilihan Mayoritas Brand Lokal dan UMKM?

Diharapkan dengan semakin banyaknya pilihan transportasi yang semakin bervariasi, lama kelamaan citra ‘Kota Seribu Angkot’ akan semakin bertransformasi.

Kemudahan aksesibilitas dan fasilitas sarana transportasi yang lebih nyaman diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk semakin beralih ke angkutan umum. ***

Rekomendasi