

InNalar.com – Kalimantan Utara kini tengah dalam menggarapan kawasan industri hijau.
Dalam membangun kawasan industri hijau di Bulungan Kalimantan Utara, ternyata Indonesia akan mengeluarkan dana investasi yang fantastis.
Sebab, dikatakan jika kawasan industri hijau di Kalimantan Utara ini merupakan kawasan industri hijau terbesar yang ada di dunia.
Adapun daerah yang akan dibangun kawasan industri hijau yaitu berada di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Bahkan kawasan Industri hijau di Kalimantan Utara ini diyakini mampu menjadi masa depan Indonesia, terutama pada pembangunan industri energi hijau (green energy).
Menjadi kawasan industri hijau, tentu energi yang digunakan harus hijau, begitu pula dengan produk barang-barang yang dihasilkan juga produk hijau.
Itulah yang akan menjadi kekuatan utama bagi Kawasan Industrial Park Indonesia di Kalimantan Utara.
Seperti yang dijelaskan di atas, kawasan industri hijau di Kalimantan Utara ini akan menjadi yang terbesar di dunia.
Dilansir InNalar.com dari setkab.go.id, kawasan industri hijau di Kalimantan Utara ini nantinya akan berada di lahan seluas 13 ribu hektar.
Baca Juga: Gedung Kebudayaan Sumbar Senilai Rp31 Miliar Mangkrak, Diduga Korupsi Menjadi Penyebabnya, Benarkah?
Pada lahan seluas itu, tentu apa yang akan dibangun kawasan industri hijau di Bulungan cukuplah banyak.
Karena terdapat pembangunan pabrik di kawasan industri hijau yang nantinya akan jadi pabrik petrokimia terbesar di Indonesia.
Sebab Pabrik petrokimia di Kalimantan Utara ini berkapasitas mencapai 4×16 juta ton per tahun.
Baca Juga: Terjerat Hutang Hingga Lebih dari Rp 7 Miliar, Pabrik Tua Ini Bangkrut Hingga Terpaksa Tutup
Selanjutnya ada pula pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik yang berada di kawasan industri hijau Kalimantan Utara.
Direncanakan, Pabrik baterai kendaraan listrik di Kalimantan Utara ini akan dibangun dengan kapasitas mencapai 265 Giga Watt hour (GWh).
Perlu diperhatikan, pabrik di atas hanyalah beberapa saja yang akan dibangun di daerah kawasan industri hijau Kalimantan Utara.
Karena merupakan industri hijau, tentu tenaga listrik yang digunakan dalam pabrik tersebut haruslah yang berasal dari energi baru terbarukan.
Karena terdapat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya sebesar 10 Giga Watt (GW) yang akan dibangun di kawasan industri hijau.
Dijelaskan menggunakan dana yang fantastis, sebab pembangunan industri hijau di Kalimantan Utara ini membutuhkan investasi hingga mencapai US$ 132 miliar, atau sekitar Rp2.056 triliun, jika kurs Rp15.579.***