

inNalar.com – Proyek SPAM Regional Jatiluhur jadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlokasi di DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Pengerjaan proyek SPAM Regional Jatiluhur di DKI Jakarta dan Jawa Barat menggunakan skema dari KPBU.
SPAM Regional Jatiluhur DKI Jakarta dan Jawa Barat menggunakan air baku yang ada di Bendungan Jatiluhur Jawa Barat dengan melewati Saluran Tarum Barat.
Proyek peningkatan layanan air bersih ini ditargetkan akan selesai pada Oktober 2024.
Proyek ini telah dimulai sejak Januari 2022 yang dikerjakan oleh Konsorsium PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.
Selain itu, juga dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Tirta Gemah Ripah dengan masa kerjasama selama 30 tahun.
Baca Juga: Awalnya Dilarang Kini Dinikmati Semua Orang, Begini Peran Besar Soeharto pada Musik Rock Indonesia
Melansir dari PUPR, jika dilihat pada kurun waktu sampai pada 20 Agustus 2023, maka progres pengerjaan layanan air minum di dua wilayah ini telah mencapai 47,47 persen.
Berdasarkan dari data KPPIP, proyek ini menelan dana sekitar Rp16,375 triliun dengan Perum Jasa Tirta II sebagai penanggung jawabnya.
SPAM Regional Jatiluhur dilaksanakan melalui sistem hulu dan sistem hilir.
Baca Juga: Berkat Kecerdasannya, Soeharto Berhasil Gagalkan Rencana Jahat Atasannya: Saya Mau Diapusi…
Pada sistem hulu dilaksanakan menggunakan skema KPBU dengan agenda kegiatan terdiri dari pembangunan intake, IPA, pipa transmisi, JDU, dan titik serah (offtake).
Layanan air ini akan menyediakan air minum sebesar 4.750 liter/detik.
Ketersediaan air tersebut akan didistribusikan ke DKI Jakarta, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang.
Mengutip dari PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur, proyek SPAM ini akan melayani Kabupaten Bekasi sebesar 100 liter/detik, Kabupaten Karawang sebesar 350 liter/detik, dan Kota Bekasi sebesar 300 liter/detik.
Pelayanan air bersih di kawasan DKI Jakarta sebesar 4.000 liter/detik.
Adanya SPAM Regional Jatiluhur dapat mengurangi penggunaan air tanah.
Selain itu, juga dapat mengurangi penyakit yang ada di DKI Jakarta dan Jawa Barat. ***