

inNalar.com – Ambisi Pemerintah RI dalam merampungkan pembangunan 6 bendungan baru di Nusa Tenggara Barat (NTB) di tahun 2023 tampaknya akan sulit.
Pasalnya ada salah satu di antara keenam proyek yang progres pengerjaannya belum mencapai hasil maksimal, yaitu Bendungan Meninting yang berlokasi di Lombok Barat, NTB.
Sebagai gambaran, dari keenam proyek waduk tersebut sejauh ini Pemerintahan Jokowi melalui Kementerian PUPR berhasil menyelesaikan 4 infrastruktur di antaranya.
Keempat proyek yang telah selesai sesuai target tersebut di antaranya adalah Beringin Sila, Tanju, Mila, dan Bintang Bano.
Adapun dua infrastruktur pemasok irigasi yang masih dinantikan masyarakat realisasinya adalah Meninting dan Tiu Suntuk.
Namun sayangnya masyarakat NTB, khususnya di daerah Lombok Barat tampaknya masih perlu bersabar menanti progres pembangunan Bendungan Meninting.
Kepala BWS Nusa Tenggara 1, yakni Tampang S.S.T., M.T. mengungkap capaian progres terkini dari proyek senilai Rp1,35 Triliun ini.
Progres pembangunan waduk tersebut dibeberkan olehnya bersamaan dengan momen menyambut kunjungan lapangan anggota Komisi V DPR RI Dapil Lombok H. Suryadi Jaya Purnama pada Senin, 21 Agustus 2023.
Adapun progres terkini pembangunan bendungan di Lombok Barat ini baru mencapai 60 persen.
Baca Juga: Polemik Surat Edaran LGBT di Fakultas Teknik UGM
Cukup disayangkan karena awalnya target rampung adalah pada tahun 2023 bersama dengan lima proyek bendungan lainnya.
Dengan molornya penyelesaian pembangunan waduk dari targetnya, itu berarti misi ketahanan pangan dan air di kawasan Indonesia Timur bakal tertunda.
Lebih dalam dari itu, pengawasan pada penggunaan dana pembangunan proyek pun turut menjadi perhatian agar alokasi dana tetap sesuai jalurnya.
Upaya pengawasan Proyek Bendungan Meninting ini terlihat saat Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB, Sidi Purnomo melakukan reviu PSN ini.
Melansir dari situs BPKP, pihaknya terlihat meninjau lokasi proyek yang berlokasi di antara Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari dan Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar.
Kunjungannya tersebut ditujukan guna memastikan progres pembangunan waduk tersebut serta meninjau ulang kembali daftar PSN Triwulan III tahun 2023.
Baca Juga: Koleksi Juliana Stephanie bersama Pix Footwear, Hadir Ekslusif Hanya di Shopee Finest
Sebagai informasi tambahan, pengerjaan Bendungan Meninting ini dibagi menjadi dua paket pengerjaan.
Paket pengerjaan yang pertama akan menghabiskan biaya sebesar Rp875,25 miliar, sedangkan tahap keduanya akan serap biaya Rp481,33 miliar.
Sehingga totalnya proyek ini menelan anggaran hingga Rp1,35 triliun.
Alokasi dana paket pertama ditujukan untuk biaya persiapan, pembangunan akses jalan masuk menuju lokasi waduk, pembangunan bendungan utama itu sendiri, dan pekerjaan penunjuang lainnya.
Adapun pihak yang mengerjakan tahap ini adalah kontraktor PT Hutama Karya – PT Bahagia Bangunnusa, KSO.
Sementara untuk alokasi dana paket pengerjaan yang kedua meliputi pengerjaan jalan relokasi, bangunan pengelak, bangunanpelimpah, dan lain-lain.
Diketahui kontraktor pemegang proyek pengerjaan tahap kedua ini adalah PT Nindya Karya – PT Sac Nusantara, KSO.
Nominal yang cukup fantastis dan perlu pengawasan ekstra, mengingat spesifikasi bendungan yang diharapkan mampu menampung 12 juta meter kebuik air.
Selain itu harapannya dengan adanya infrastruktur berkapasitas 150 liter per detik ini bakal pasok energi listrik sebesar 2 x 0.4 Megawatt dan tentu mampu mengairi lahan persawahan hingga 1.559,29 hektare.
Lebih jauh dari itu, diharapkan impact dari Bendungan Meninting di Lombok Barat bakal mampu menjadi titik tujuan wisata baru bagi masyarakat sekitar.
Sebagai informasi tambahan, saat ini waduk Tiu Suntuk diketahui juga sedang dalam tahap proses pembangunan seperti halnya infrastruktur Meninting.***