

InNalar.com – Adanya kereta api, membantu akses mobilitas kebutuhan para warga akan menjadi lebih dimudahkan.
Begitu pula dengan rencana pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur, yang sayangnya gagal.
Padahal rencana pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur ini akan memiliki fungsi yang besar, sekaligus menghabiskan dana yang fantastis.
Baca Juga: Moro Borobudur 2023, Event Unggulan Yang Sajikan Beragam Seni Musik Kontemporer
Adapun dengan rencana tersebut, pemerintah Indonesia telah menggandeng perusahaan dari Rusia dalam kerja sama membangun rel kereta api yang berada di Kalimantan Timur.
Bahkan, panjang dari rel kereta api ini akan membentang sejauh kurang lebih 203 Km.
Meskipun begitu, sayangnya proyek fantastis ini harus gagal kembali.
Baca Juga: Habiskan Dana Rp 1,2 Triliun untuk Wajah Baru TMII, Beginilah Persiapan Indonesia Sambut KTT ASEAN
Disebut gagal kembali, hal tersebut karena proyek rel kereta api di Kalimantan Timur ini juga sempat berhenti pada tahun 2018 yang lalu.
Kerja sama pembangunan kereta api ini merupakan rencana yang menggandeng perusahaan Rusia, yaitu Russian Railways dengan akhirnya membentuk PT Kereta Api Borneo.
Proyek pembangunan Kereta Api Borneo ini sebenarnya akan melintasi Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Barat, dan Kota Balikpapan di Kalimantan Timur.
Dilansir InNalar.com dari kaltimprov.go.id, keinginan dari Pihak Rusia sebenarnya adalah untuk membangun kereta api yang mampu digunakan untuk angkutan umum muatan barang ataupun penumpang.
Jika sesuai rencana, proyek pembangunan kereta api Borneo di Kalimantan Timur ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 53,3 triliun.
Dalam pelaksanaannya, bahkan beberapa bidang juga telah mendapatkan pembebasan lahan untuk pembangunan proyek rel kereta api Borneo di Kalimantan Timur tersebut.
Pembebasan lahan yang telah dibebaskan pada proyek pembangunan kereta api di Kalimantan Timur tersebut yaitu sebanyak 70 hektar, yang merupakan lokasi pembangunan jalur kereta api sepanjan 203 kilometer.
Walaupun proyek kereta api itu harus mangkrak kembali setelah pemerintah pusat menerima surat pengunduran diri dari perusahaan tersebut pada tahun 2020.
Kabar baiknya, PT Kereta Api Borneo itu akan tetap berinvestasi, walaupun tidak di sektor perkeretaapian. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi