

inNalar.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas sarana dan prasarana keolahragaan, pemerintah di Sumatera Utara melakukan revitalisasi salah satu stadion sepak bola.
Stadion sepak bola yang direvitalisasi di Sumatera Utara ini telah berdiri sejak tahun 1962, namun bagaimana pada akhirnya stadion ini terbengkalai.
Berdiri sejak tahun 1962, stadion sepak bola di Sumatera Utara tersebut dulunya bernama Stadion Martoba.
Lokasi dari stadion Martoba ini berada di Jl. Stadion, Suka Dame, Kec. Siantar Tim., Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.
Dulunya Stadion Martoba ini menjadi markas tim Persatuan Sepakbola Siantar atau Persesi.
Selain itu, stadion Martoba ini merupakan milik dari Pemerintah Kota Pematang Siantar.
Namun, beberapa tahun belakangan nama stadion Martoba ini berubah nama menjadi Stadion Sang Naualuh.
Pemerintah setempat telah merencanakan revitalisasi Stadion Sang Naualuh pada tahun 2017 silam.
Pembangunan revitalisasi Stadion Sang Naualuh ini pun juga telah dimulai pada tahun 2017.
Baca Juga: Wajib Bangga! Kapal Perang Tipe LST Pertama Indonesia Ternyata Dibuat di Lampung, Namanya…
Untuk merevitalisasi stadion kebanggan masyarakat Pematang Siantar ini pun pemerintah setempat mengalokasikan dana hingga Rp11 miliar.
Kemudian, pembangunan dilanjutkan pada tahun 2018 dengan menggelontorkan dana hingga Rp6 Miliar.
Tak habis sampai disitu, pada tahun 2021 pemerintah kembali menggelontorkan dana Rp2 miliar untuk merevitalisasi Stadion Sang Naualuh.
Baca Juga: Modal 2 Bahan Dapur Ini, Wajan Gosong Berkerak Bertahun-tahun Seketika Kinclong dan Glowing
Bahkan, pada tahun 2023 gubernur Sumatera Utara menyetujui anggaran revitalisasi stadion ini sebesar Rp50 miliar.
Namun, pada kenyataanya kondisi stadion ini mangrak dan terbengkalai. Rumput dan ilalang tumbuh meninggi di lapangan sepak bola stadion Sang Naualuh
Berdasarkaan sumutrov.go.id, pemprov justru merevitalisasi venue baru stadion utama dan stadion madya atletik untuk PON 2024.
Baca Juga: Inilah 5 Daerah yang Paling Banyak Terkena Pencemaran Air di Jawa Timur, Nomor 1 Kabupaten Pasuruan?
Mangkraknya proyek revitalisasi stadion Sang Naualuh ini diduga karena adanya pencurian sejumlah bahan konstruksi seperti tiang baja, atap seng, hingga kosen jendela.
Selain itu, ada pula dugaan mangkraknya stadion Sang Naualuh ini karena adanya kegagalan konstruksi.***