

InNalar.com – Pembangunan ruas jalan yang memiliki panjang 237 Km di Kalimantan Barat ini terletak di perbatasan antara negara Indonesia dengan Malaysia.
Pembangunan jalan tersebut dilakukan di Kabupaten Sanggau menuju ke Badau yang terletak di Jalan Karangan Kalimantan Barat.
Panjang ruas jalan 237 km tersebut dibagi menjadi 5 bagian, pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan Barat tidak hanya memiliki fungsi sebagai pembukaan daerah yang terisolasi.
Melainkan juga dapat memangkas waktu perjalanan, sehingga para masyarakat yang ada di sana tidak perlu putar balik atau menempuh perjalanan yang jauh.
Hal tersebut juga dapat membantu mempermudah aktivitas masyarakat yang ada di Kalimantan Barat.
Tentuntunya penghematan bahan bakar minyak, selain itu juga dapat memperlancar adanya arus logistik.
Perlu diketahui pembangunan perbatasan jalan yang ada di Kalimantan Barat ini juga menerangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru disana.
Sehingga pembangunan perbatasan dilakukan dengan sebaik-baiknya, karena jalan tersebut berada di depan negara.
Guna kelancaran dari pembangunan perbatasan jalan di Kalimantan Barat memerlukan adanya dukungan dari masyarakat yang ada di Kalimantan Barat.
Dana yang digunakan untuk memperlancar pembangunan perbatasan jalan tersebut gelontorkan dana hingga mencapai Rp 1,2 triliun.
Teknologi yang digunakan untuk melakukan pembangunan perbatasan jalan dengan matos, agara struktur jalan dapat bagus dan juga tahan lama.
Perlu diketahui bahwa pembangunan perbatasan jalan perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia ini merupakan pembangunan paralel atau multiyears.
Sumber anggaran dana yang digunakan untuk melancarkan pembangunan berasal dari APBN yaitu dana yang bersumber dari negara.
Selesainya pembangunan perbatasan jalan di Kalimantan Barat ini akan berakhir pada tahun 2024.
Tepatnya pada pertengahan bulan, sehingga dapat melayani lalu lintas dengan baik dan akses jalan lebih efisien.***