Proyek Multiyears di Sumatera Utara dengan Dana Kurang Lebih Rp2,7 Triliun Ditargetkan Rampung Akhir 2023

inNalar.com – Proyek jalan dan jembatan strategis Provinsi Sumatra Utara atau disebut proyek Multiyears Contract (MYC) senilai 2,7 Triliun terus bergerak.

Proyek MYC ini dipegang oleh PT Waskita Karya (Persero) bersama dengan PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) dan juga PT Pijar Utama (KSO).

Saat ini, proyek pembangunan jalan dan jembatan senilai triliunan tersebut telah mencapai progres 56,89 persen. Angka ini merupakan kemajuan dari bulan Juni 2023 yaitu 43,71 persen.

Baca Juga: Ketegasan Erick Thohir dan Keberanian Shin Tae-yong Bikin Timnas Jauh Lebih Tangguh di Asia

Dari progres 56,89 persen tersebut Waskita Karya telah merampungkan 23,55 persen, PT SMJ 18,823 persen dan PT Pijar Utama 13,515 persen.

Progres yang terus meningkat tersebut merupakan dorongan dari komitmen ketiga perusahaan besar yaitu, Waskita, SMJ, dan Pijar Utama.

Total ruas yang telah dikerjakan sejauh ini sebanyak 109 ruas dari total keseluruhan yaitu 163 ruas dengan status penyelesaian aspal sepanjang 172,96 km dan selesai output sepanjang 82,29 km.

Baca Juga: Siapkan Anggaran Rp275 M, Bandung Segera Bangun Flyover Buahbatu-Kiaracondong dan Nurtanio

Selain itu, juga ada proyek-proyek jalan, jembatan dan drainase yang berada di Kabupaten Padang lawas dan Padang lawas Utara yang sudah dikerjakan pada awal Juni 2023 dan daerah lainnya yaitu, Tapanuli Utara, asahan, tanjungbalai, samosir, dairi dan daerah lainnya

Proyek pembangunan ini diketahui memiliki panjang 450 km yang tersebar di seluruh Sumatra Utara

Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumatera Utara mengatakan bahwa proyek pembangunan jalan dan jembatan dengan sistem Multiyears senilai 2,7 triliun ini harus rampung pada 31 Desember 2023.

Baca Juga: 4 Coworking Space di Jakarta yang Bikin Mahasiswa Nyaman Kerjakan Skripsi, Nomor 2 Terbesar di Indonesia

Dirinya mengungkap bahwa infrastruktur merupakan kebutuhan masyarakat yang harus difasilitasi selain dari transportasi.

Infrastruktur yang berkembang merupakan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatra utara, diketahui jalan dan jembatan yang dibangun merupakan upaya bagi peningkatan ekonomi yang tinggi.

Pembangunan jalan dan jembatan juga penting bagi akses menuju kawasan wisata, perkotaan, pusat produktivitas, kawasan daerah terisolir dan tertinggal.

Dengan diharapkan proyek ini rampung pada akhir tahun 2023, pemerintah juga menyampaikan untuk tetap menjaga mutu dalam proses pembangunan tersebut.

Pemerintah Sumatra Utara mengatakan, selain infrastruktur Sumatra Utara juga fokus dalam bidang kesehatan, pertanian dan juga pendidikan.

Proyek MYC yang bernilai Rp2,7 triliun tersebut menggunakan metode design dan build (rancang bangun) yang dilakukan selama 3 tahun anggaran mulai dari 2022 sampai 2024.

Proyek MYC mempunyai masa pelaksanaan sebanyak 540 hari sejak SPMK dan terdapat masa pemeliharaan sebanuak 730 hari.

Proyek sebesar Rp2,7 triliun ini juga tersebar di sejumlah Kota Sumatra Utara yang terdiri dari, pembangunan jalan dengan panjang 450 km, pekerjaan box, jembatan beton, culvert, jembatan baja dan masih banyak lagi. ***

Rekomendasi