Proyek Kereta Api Batal, Kalimantan Timur Ganti Gandeng Jepang untuk Bangun Skytrain Sepanjang 14,6 Km

inNalar.com – Setelah investor mundur, pembangunan Kereta Api Borneo yang telah digagas dengan dana Rp 53,3 pun batal dibangun.

Meski begitu, pemerintah Kalimantan Timur tidak berhenti untuk memajukan daerahnya dengan membangun berbagai infrastruktur. 

Salah satunya adalah pembangunan skytrain yang direncanakan dibuat di Samarinda, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Wisata Pantai Terpopuler di Kabupaten Pesawaran Lampung, Sajikan Panorama Laut Berlatar Pulau dan Pegunungan!

Selain memajukan Kalimantan Timur, rupanya skytrain Samarinda diharapkan menjadi penyokong pembangunan IKN.

Dilansir inNalar.com dari kaltimprov.go.id, Skytrain Samarinda akan terhubung dengan kawasan Bandara APT Pranoto.

Skytrain tersebut akan membentang sepanjang 14,6 km, di mana pembangunannya berasal dari kerjasama pemerintah dan badan usaha.

Baca Juga: Kim Bum akan Adakan Fanmeeting di Jakarta, Yuk Intip Profil, Biodata, Serta Drama yang Sudah Dia Bintangi!

Transportasi yang mirip dengan kereta api ringan tanpa pengemudi tersebut rupanya akan dibangun di kawasan GOR Kadrie Oening, Samarinda.

Wacana ini juga dilanjutkan untuk membangun skytrain yang menjadi penghubung terminal dan dermaga.

Diketahui, skytrain Samarinda dapat menyingkat perjalanan yang tadinya berjarak 21 kilometer menjadi waktu tempuh 21 menit saja.

Baca Juga: Rehabilitasi Jalan Rp 1,1 Miliar di Kalimantan Barat Rugikan Negara, Tidak Sesuai Kontrak dan Menyimpang

Namun, seandainya skytrain dibangun memiliki kecepatan 70 km/jam, maka dapat menyingkat perjalanan menjadi 12 menit.

Lintasannya sendiri diperkirakan harus dibangun lurus, di mana pemerintah bermaksud menggandeng investor dari Jepang.

Pemerintah Samarinda juga merencanakan membangun 4 stasiun kereta api penumpang sebagai jalur rel penghubung.

Meski masih dalam tahap kajian, pembangunan kereta api di Samarinda akan terhubung dari Kelurahan Loa Bakung hingga Sungai Siring.

Kereta api tersebut juga direncanakan menghubungkan dua kota besar Kalimantan Timur, yakni Samarinda dan Balikpapan.

Teknologi skytrain dan juga kereta api tersebut diharapkan dapat cepat terealisasikan mengingat Samarinda menjadi penyokong IKN.

Selain itu, skytrain dan kereta api sendiri menjadi transportasi umum yang dapat memecah kemacetan.

Oleh sebab itu, besar harapannya agar Samarinda dan daerah lain di Kalimantan Timur dapat menumbuhkan perekonomian mereka melalui infrastruktur tersebut.***

Rekomendasi