

InNalar.com – Terdapat proyek pengerjaan di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dapat disebut molor, atau tak kunjung digarap.
Tepatnya, proyek tersebut adalah pembangunan jembatan yang berada di Kabupaten Bima, di Pulau Sumbawa, NTB.
Padahal, sebenarnya jika infrastruktur ini terbangun, maka akan memangkas waktu bagi orang yang ingin bepergian ke bandara Sultan Muhammad Salahuddin.
Sebab saat infrastruktur ini terbangun maka akan memotong jarak sekitar 17 km dari kota Bima menuju ke Kabupaten Bima.
Diketahui saat ini para masyarakat yang ingin menuju ke bandara Sultan Muhammad Salahuddin harus menempuh waktu selama 1 jam.
Akan tetapi, dengan adanya infrastruktur ini maka para masyarakat bisa tiba di bandara cukup dengan waktu sekitar 20 menit.
Selain itu, tentu dengan adanya jalur penghubung ini nantinya juga akan memudahkan mobilitas sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar.
Disebut molor, sebab sebenarnya rencana pembangunan jalur penghubung ini sudahlah cukup lama.
Hal tersebut terbukti dari pembebasan lahan yang telah dilakukan pemerintah setempat dari tahun 2014-2017.
Bahkan pemerintah setempat juga telah menyiapkan desain, studi kelayakan, amdal, hingga rekomendasi dari Kementerian Perhubungan.
Dilansir InNalar.com dari DPU Pemprov NTB, Setelah melakukan pengukuran ketinggian maksimum jembatan pada tahun 2020, akhirnya pemerintah percaya jika jalur penghubung ini akan dibangun pada tahun 2021.
Meskipun, ternyata pembangunan jalur penghubung di kabupaten Bima pada tahun 2021 malah tidak kunjung digarap.
Meski begitu, pemerintah pastinya tetap berusaha agar pembangunan proyek jalur penghubung ini dapat digarap pada tahun 2022.
Sebab anggaran untuk membangun jalur penghubung ini saja sudah diajukan sebesar Rp500 miliar yang akan menggunakan dana dari APBN.
Sayangnya, ternyata pembangunan jembatan tersebut pada tahun 2022 tak dapat dikerjakan lagi.
Hingga akhirnya pada tahun 2023, ternyata proyek pembangunan infrastruktur ini juga tidak dapat dikerjakan.
Padahal jika jalur penghubung ini terbangun, maka infrastruktur ini akan jadi yang terpanjang di NTB.
Pasalnya, jalur penghubung ini memiliki panjang 400 meter. Adapun nama dari jalur penghubung ini adalah Jembatan Lewamori.
Setelah ditelusuri, ternyata alasan pembangunan jalur penghubung di kabupaten Bima ini molor hingga tak dikerjakan karena tidak masuk dalam bagian proyek strategis nasional (PSN).
Walau begitu, bukan berarti di NTB tak ada proyek pengerjaan infrastruktur lainnya.
Karena pada tahun 2023 kemarin terdapat 10 PSN yang dikerjakan di provinsi Nusa Tenggara Barat, yang salah satunya adalah Bendungan Meninting. ***