

inNalar.com – Ada yang beda dengan PSN jalan tol di Bekasi, Jawa Barat.
Proyek jalan tol di Jawa Barat yang melintasi empat daerah Bekasi ini rupanya paling nguras dompet LMAN.
Disebut paling nguras kantong, karena duit pembebasan lahan proyek jalan tol ini jauh melampaui biaya konstruksinya.
Rupanya nominal ganti rugi lahan terdampak proyek ini lebih gemuk 2,5 kali lipat lebih ketimbang biaya pembangunan tolnya.
Bisa dibayangkan, total dana investasi proyek tol ini menembus Rp14,69 triliun, merujuk pada data Kementerian PU.
Dari total dana jumbo tersebut, biaya konstruksi fisiknya saja hanya sebesar Rp4,15 triliun.
Sementara sisanya dialokasikan untuk pembebasan lahan yang terkena trase proyek tol di Bekasi ini.
Adapun PSN Jawa Barat yang dimaksudkan di sini adalah ruas Tol Jakarta – Cikampek atau Japek 2 Selatan.
Nominal biaya konstruksi itu diungkap oleh Arsyad selaku staf ahli Menteri PUPR di Bidang Hubungan Antarlembaga.
Baca Juga: Waskita Karya Jual 30 persen Saham Ruas Tol Becakayu, Demi Cuan Rp550 Miliar?
Dana Rp4,15 triliun tersebut digunakan untuk membangun lintasan tol sepanjang 64,05 kilometer.
Sementara sisanya sekitar Rp10 triliun lebih difokuskan untuk dana ganti rugi lahan bagi desa terdampak proyek ini.
“Pembangunan jalan tol ini berada di daerah perkotaan sehingga pembiayaannya lebih banyak pembiayaan pembebasan lahan dibandingkan biaya konstruksinya,” ungkap Andi Iwan Darnawan Arash, Wakil Ketua Komisi V DPR RI.
Sebagai informasi, tuturan Andi Iwan Darnawan Arash tersebut dikutip inNalar.com dari Parlementaria.
Diungkap oleh Andi bahwa ruas Jalan Tol Japek 2 Selatan ini akan melintasi wilayah kota dan kabupaten di Bekasi.
Selanjutnya, ruas tol tersebut juga akan menembus dua daerah di Karawang, Jawa Barat.
Baca Juga: Telah Mangkrak Selama 22 Tahun, Jalan Tol Becakayu Dilanjutkan dengan Dana Rp7,2 Triliun
Selain itu, gerbang tol terakhir dari titik ruas ini berada di Sadang, Kabupaten Purwakarta.
Adapun penyebab nilai ganti rugi lahan melampaui nilai konstruksinya, yaitu berkaitan dengan faktor lokasi proyek.
Lokasi proyek jalan tol di Jawa Barat ini kebanyakan berada di wilayah perkotaan.
Demi mengurai kemacetan di kawasan perumahan Jonggol, proyek ini tetap terus digesa kelanjutannya.
Meski dana pembebasan lahan bikin LMAN gelontor dana jumbo, tetapi ruas tol ini bertumpah ruah manfaat.
Jika lintasan lebar ini berhasil terealisasi sepenuhnya, maka ruas tol Jabodetabek akan semakin lengkap kerangkanya.
Jalan Tol Japek 2 Selatan ini nantinya akan terhubung dengan ruas Tol Lingkar Luar Jakarta di Jati Asih, Bekasi.
Selain itu, proyek tol ini pun akan terkoneksi pula dengan ruas Purbaleunyi yang berada di Sadang, Purwakarta.
Tidak menutup kemungkinan, lintasan ini akan semakin mendorong pesatnya kemajuan perekonomian Bekasi.
Bagaimana tidak, proyek ini paling banyak melintas di wilayahnya, baik di kota mau pun kabupaten.
Dampak positifnya tidak hanya di Bekasi sendiri, tetapi juga di daerah lainnya yang ada di Jawa Barat secara umumnya.
Potensi ini patut menjadi optimisme warga sekitar proyek jalan tol, karena ada kabar baik yang datang dari provinsi besar ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengungkap bahwa dalam 5 tahun terakhir, hingga 2023, realisasi investasi daerahnya amat bercuan.
Jika ditotal dalam kurun waktu tersebut, serapan investasi di provinsi ini mencapai Rp838,81 triliun.
Pada tahun 2024, ada dua arah investasi Jawa Barat yang bakal terus digenjot, melansir dari Portal Pemprov Jabar.
Pertama, pihak pemerintah provinsi akan terus mendorong industri hilirisasi potensial di daerahnya.
Kedua, fokus utamanya ada pada implementasi green economy wilayahnya yang lebih baik.
Dengan lintasan jalan tol yang makin terhubung di Jawa Barat ini diharapkan semakin membantu roda misi di atas ke depannya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi