

inNalar.com – Kerajinan ata memiliki nilai estetika tersendiri bagi para penggemarnya.
Hal ini disebabkan oleh bentuk motifnya yang memancarkan keindahan.
Bagaimana cara membuat kerajinan ata sehingga banyak orang yang menyukainya?
Dilansir oleh inNalar.com, berdasarkan salah satu video Youtube Bpnb Bali yang dipubliskan pada tahun 2021.
Baca Juga: Terbaru! Inilah 4 Kecelakaan yang Tidak Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan, Simak Selengkapnya
Ada beberapa tahapan dalam proses pembuatan kerajinan anyaman ata.
Proses Pengambilan
Pengambilan tanaman ata diambil sampai akarnya.
Akar dari tanaman ata bisa digunakan untuk membuat motif, sehingga menghasilkan motif asli dan alami.
Baca Juga: Atasi Kecelakaan, Balikpapan Usahakan Bangun Flyover yang Tak Kunjung Rampung: Biayanya Rp 260M
“Kita langsung ambil sama akarnya, karena akar yang hitam ini fungsinya nanti untuk membuat motif alami pada anyaman ata.” ucap I Wayan Durpa, seorang pengrajin anyaman ata Desa Tenganan.
I Wayan Durpa juga menambahkan bahwa dalam memberi warna tidak menggunakan pewarna hitam dan hanya mengandalkan dari akarnya.
Kutipan di atas di dapat dari video berjudul Pertunjukan Daring – Kerajinan Tradisional Ata di Karangasem, Provinsi Bali di Channel Youtube Bpnb Bali, tahun 2021.
Tanaman ata yang bisa diambil sekitar umur 1 tahun, karena semakin tua tanaman ata semakin kuat/kokoh.
Panjang dari tanaman ata bisa berkisar 2,5 meter.
Tanaman ata yang diambil harus lurus dan tidak banyak bercabang, karena yang bercabang akan mudah patah.
Proses Menganyam
Alat yang dipakai berupa: pisau kecil (Pengutik), alat tusukan (Penebekan), dan alat ukur (Ngepres).
Terlebih dahulu bersihkan daun dari tanaman ata.
Kemudian di pecah dulu dengan pisau kecil, lalu di jemur sekitar beberapa hari.
Tentukan ukuran agar sama dengan alat ukur (Ngepres).
Jika memulai dari awal, terlebih dahulu buat pola dasarnya. Selanjutnya melakukan penganyaman yang disebut Ngulat.
Ada ragam motif alami dari akar tanaman ata, diantaranya motif tin, bebintang, geliget, dan bebatikan.
Proses Penyelesaian Anyaman
Ada dua model, diantaranya model penutup biasa dan model penutup variasi (tulang lindung).
Proses Pewarnaan
Proses ini dikenal dengan istilah Ngunun oleh para masyarakat Bali.
Maksud dari proses ini adalah merubah warna ata yang kering menjadi warna coklat.
Lama dari proses Ngunun sekitar 2 minggu.
Proses Pengasapan
Warna coklat dihasilkan dari proses pengasapan dengan daun kelapa kering dan serabut kelapa kering.
Saat asap panas mulai keluar ke atas tunggu, semua kerajinan ata yang telah dibuat, diletakkan di atas tungku pengasapan.
Kemudian ditutup dengan plastik tebal/plastik terpal, lubang tempat api juga ditutup.
Proses pengasapan dilakukan selama 2 hari.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi