Progresnya Baru 27 Persen, Proyek Bendungan Senilai Rp1,47 Triliun di NTT Ini Bakal Bantu Produksi Beras di Lahan Seluas 5.928 ha

inNalar.com – Bendungan Mbay merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut data yang dibagikan oleh laman resmi Kementerian PUPR, proges konstruksi pembangunan Bendungan Mbay di NTT tersebut telah menapaki angka 27% per bulan Desember 2023.

Pembangunan diketahui telah memasuki tahap breakthrough terowongan pengelak.

Baca Juga: Jembatan Gantung di Kawasan Pedalaman Aceh Barat Selesai Dibangun, Warga Tak Perlu Lagi Sebrangi Derasnya Arus Sungai Pakai Seutas Tali

Tujuan dari pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo sendiri adalah untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Adapun anggaran yang telah disiapkan untuk pembangunan ini adalah senilai Rp1,46 triliun.

Pembangunannya dikerjakan sesuai kontrak yakni sejak tahun 2021 lalu dengan 2 paket pengerjaan.

Baca Juga: Dapat Sumbangan dari Denmark Rp44 Miliar, Proyek TPST di Cilacap Jawa Tengah Gunakan Teknologi RDF untuk Energi Terbarukan

Paket I diketahui dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero), sedangkan untuk paket pengerjaan II dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya.

Diketahui, Bendungan Mbay di NTT ini direncanakan akan memiliki luas genangan seluas 499,55 hektare.

Air yang mengalir ke bangunan ini berasal dari Sungai Aesesa, Nagekeo.

Baca Juga: Mangkrak! Proyek Jembatan Rp187 Miliar di Kalimantan Tengah Tiang Pancangnya Sampai Rusak, Nasibnya Kini…

Selain itu, salah satu Proyek Strategis Nasional tersebut juga nantinya akan mengairi sekitar 4.200 hektare, dengan pengembangannya 1.900 hektare.

Selain memenuhi kebutuhan air baku dan mengurangi debit banjir, Infrastruktur ini juga diproyeksikan untuk memberikan manfaat irigasi terhadap 5.928 hektare lahan pertanian.

Menurut informasi yang dikutip dari laman resmi Setkab, tidak lama ini Presiden Joko Widodo bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono baru saja mengunjungi proyek di Nagekeo, NTT tersebut.

Baca Juga: Anggarannya Rp173 Miliar, Proyek SPAM yang Dibangun Sejak 2020 di NTT Ini Telah Resmi Beroperasi, Kapasitasnya…

Kunjungan tersebut dilakukan pada hari Selasa, 5 Desember 2023 lalu, di lokasi proyek.

Presiden RI menuturkan bahwa bangunan ini diharapkan rampung konstruksinya pada tahun 2024 ini.

Lebih lanjut, Jokowi juga berharap jika infrastruktur tersebut dapat mendorong produksi beras di Kabupaten Nagekeo, NTT.

Baca Juga: AMMAN Kuras 6,27 Juta USD Buat Eksplorasi Tambang di Sumbawa NTB, Pengeboran Bakal Lanjut di Kuartal I 2024

Presiden menilai produksi beras di Kabupaten Nagekeo, NTT nantinya akan meningkat hingga 2,5 kali lipat setelah bendungan beroperasi.***

 

Rekomendasi