Progresnya 16 Persen, Proyek Bendungan Baru NTT Ini Pernah Timbulkan Konflik Agraria Hingga Kriminalitas

inNalar.com – Pembangunan bendungan baru di NTT telah dimulai sejak tahun 2021 lalu, dengan 2 paket pekerjaan.

2 Paket pekerjaan bendungan tersebut nilai kontraknya diketahui senilai Rp1,47 triliun.

Tidak sedikit memang, sebab itulah proyek besar di NTT tersebut mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar dan sebagainya.

Baca Juga: Habiskan Dana Rp468 Miliar, Bendungan Paket IV di Timor Tengah Selatan NTT Ini Gunakan PLTMH, Tahan 50 Tahun

Melansir dari laman resmi Kementrian PUPR, disebutkan bahwa lokasi pembangunan bendungan baru NTT itu berada di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan.

Lokasinya diketahui berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Kabupaten Nagekeo.

Digagas oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, ternyata proyek senilai Rp1,47 triliun tersebut malah mencipatakan konflik sosial dan agraria.

Baca Juga: Atap Bentuk Kerucut, Menikmati Pesona Desa Adat Wae Rebo NTT, Bagai Negeri di Atas Awan dari Timur Indonesia

KPA, atau Konsorsium Pembaruan Agraria mencatatkan bahwa konflik agararia melonjak tinggi pada tahun 2021 lalu.

Salah satu akibat melonjaknya konflik tersebut adalah adanya Proyek Strategis Nasional.

Tidak ketinggalan, proyek bendungan di NTT tersebut juga salah satu penyebab melonjaknya kasus tersebut.

Baca Juga: Letaknya di Ketinggian 1200 Mdpl, Kampung Kecil di NTT Bak Negeri Dongeng di Kelilingi Awan

Banyak warga Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan yang merasa hak atas tanahnya direnggut seketika oleh pihak yang bersangkutan.

Tanpa memberi aba-aba, pada tahun 2021 lalu, sebelum pembangunan bendungan di NTT tersebut dijalankan, aparat kepolisian bersikukuh melakukan pembongkaran bangunan warga setempat.

Akibatnya, sejumlah warga desa melakukan protes dan berakhir ditangkap dan mengalami penyiksaan di Polres.

Namun hingga saat ini, konflik yang diakibatkan oleh proyek bendungan NTB tersebut belum diketahui kabar kelanjutannya.

Melansir dari laman web resmi tanahkita, disebutkan bahwa proyek bendungan di NTT yang mengakibatkan kisruh masyarakat setempat tersebut bernama Bendungan Mbay/Lombo.

Tercatat, pada tanggal 14 Juni 2023 lalu, progres konstruksi dari Bendungan Mbay di NTT telah mencapai angka 16,01%.

Ditargetkan, proyek bendungan yang dibangun sejak tahun 2021 tersebut rampung pada tahun 2024 mendatang.***

 

Rekomendasi