Proges Mega Proyek Ambisius Prabowo Bangun 2 Juta Rumah dan 1 Juta Apartemen Setiap Tahun

inNalar.com – Pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto akan memperhatikan pembangunan di sektor perumahan.

Terdapat 2 proyek hunian yang akan direalisasikan oleh Prabowo, yakni 2 juta unit rumah di pedesaan dan 1 juta apartemen.

Adapun pembangunan 2 juta unit rumah di pedesaan dan akan dipercayakan kepada UMKM Koperasi dan BUMdes.

Baca Juga: Target 8.333 Rumah Per Hari, Program 3 Juta Rumah Besutan Prabowo Sudah Dimulai di Banten: Berapa Anggarannya?

Sementara itu, perusahaan konglomerat dilarang masuk ke bidang ini.

Dengan melibatkan kontraktor dari UMKM Koperasi dan BUMdes, diharapkan dapat  meningkatkan jumlah kelas menengah baru.

Mega proyek tersebut akan membangun 2 juta unit rumah pertahunnya.

Baca Juga: Buang Uang Rp880 Miliar! Bendungan Di Nusa Tenggara Timur ini Gagal Atasi Masalah Krisis Air

Selain perumahan di pedesaan, pemerintah Presiden Prabowo juga menargetkan pembangunan 1 juta apatremen yang akan melibatkan pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) Hashim Djojohadikusumo mengatakan, saat ini hampir 11 juta keluarga menunggu rumah layak huni dan ada 27 juta rumah yang dianggap tidak layak huni.

Beberapa rumah tidak layak huni tersebut tidak memiliki akses air bersih dan akses listrik yang cukup.

Baca Juga: Perusahaan Anak BRI Raih Peringkat Pertama Dalam Kompetisi Pembukaan Rekening Efek Terbanyak Pada Investor Protection Month 2024

Oleh karena itu, menurut Hashim, Presiden Prabowo telah memutuskan program besar dengan membangun 2 juta unit rumah di pedesaan dan 1 juta unit apartemen di perkotaan setiap tahun.

Saat sambutan opening ceremony Rakernas ke-20 Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan,Sabtu (28/9/2023). Hashim mengatakan, banyak orang yang ragu-ragu terkait program tersebut.

“Orang banyak yang skeptis, ragu-ragu, apakah kita mampu dan lain sebagainya. Saya bisa katakan dalam hal ini kita mampu, dana akan ada, kita akan bangun,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia telah beberapa kali perpergian ke luar negeri dann bertemu dengan investor. Mereka siap untuk membantu hunian-hunian tersebut.

Hashim telah bertemu dengan investor dari China dan Tiongkok. Mereka siap untuk menjadi investor pembangunan hunian tersebut.

Meski demikian, ia mengaku cukup kesulitasn dalam hal pengadaan lahan. Lahan sulit diakuisi, lalu menyebutkan di Jakarta ada PD Pasar Jaya dengan 153 perusahaan.

Diketahui, dalam pelaksanaannya nanti pedagang pasar akan menikmati 1-3 lantai di setiap hunian Pasar Jaya.

Mereka juga akan diberikan akses air bersih, AC, listrik, hingga koneksi internet. Selain itu, terdapat 193 tower atau kompleks tower di Jakarta.

Adapun 153 pasar tersebut nantinya akan dijadikan kompleks perumahan atau rumah untuk rakyat miskin.

Jika dilihat dari sektor perumahan dan konstruksi dapat menguntungkan. Bahkan, negara China pernah GDP-nya mencapai 25% dari perumahan dan konstruksi.

“Indonesia sekarang, 14%. Melalui perumahan ini, kita ingin mencapai juga 25%. Maka, kita sangat optimis,” kata Hashim.

Mega Proyek ini merupakan bagian dari komitmen Prabowo dalam memberantas tempat-tempat kumuh di perkotaan.

Terakhir, program ini ditargetkan dalam waktu 10 tahun. Sehinga total ada 30 juta hunian, baik rumah maupun apartemen. ***(Ummi Hasanah)

Rekomendasi