

inNalar.com – Pada akhir tahun lalu, harga batu bara acuan global beberapa kali mencatatkan rekor harga tertinggi, termasuk puncaknya ada di bulan September.
Mengingat harga batu bara yang setiap kali terus melonjak tinggi, ternyata memberikan dampak positif bagi emiten di Indonesia.
Pasalnya, Indonesia merupakan ladangnya emiten batu bara yang terus-menerus mengekspor ke luar negeri.
Melihat dari banyaknya emiten batu bara di Indonesia, ternyata salah satu perusahaan yang berproduksi di Kalimantan Selatan ini raih profit tertinggi pada tahun 2022.
Perusahaan apakah itu? berikut ini akan dibahas mengenai perusahaan batu bara yang berproduksi di Kalimantan Selatan dan raih profit tertinggi pada tahun 2022.
Perusahaan batu bara tersebut ialah PT Adaro Energy Indonesia atau singkatnya disebut sebagai ADRO.
Emiten yang berproduksi di Kalimantan Selatan ini tercatat sebagai emiten batu bara yang raih laba bersih tertinggi.
Diketahui dari data yang dilansir dari laman resmi perusahaan www.adaro.com, disebutkan laba bersih yang dihasilkan perusahaan ini sebesar Rp 44,01 triliun.
Dilihat dari jumlah angka yang dihasilkan, laba berdih dari hasil produksi batu bara emiten tersebut lebih besar dari raihan emiten berharga di Indonesia.
Baca Juga: Jembatan Bernilai Rp3,6 Triliun di Kalimantan Selatan Sempat Mangkrak Akan Dilanjutkan, Benarkah?
Pada tahun lalu Bank Central Asia atau BBCA hanya memperoleh laba bersih sebesar Rp 41 triliun.
Adapun luas lahan konsesi dari perusahaan tambang batu barayang berproduksi di Kalimantan Selatan tersebut seluas 31,380 hektare.
Melansir dari laman web adaro.com disebutkan bahwa produk batu bara yang dipasarkan oleh PT Adaro bermerek dagang Envirocoal.
Sebab, produk batu baranya memiliki karakteristik kandungan abu, nitrogen, dan sulfur yang sangat rendahdengan nilai kalori sebesar 4000-5000 kkal.
Pada saat ini, emiten batu bara yang raih profit tertinggi di tahun 2022 tersebut masih menerapkan sistem pertambangan terbuka di tiga lokasi yang bebeda.
Tiga lokasi tersebut, yakni ada Tutupan, Paringin, dan Wara yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.***