

inNalar.com – Rasisme terkait larangan hijab terjadi di ranah pelayanan medis profesional, yakni di RS Medistra, Jakarta Selatan.
Sebagai ungkapan kekecewaan, dr. Diani Kartini, seorang dokter bedah onkologi yang pernah bekerja di RS Medistra telah mengajukan surat pengunduran diri pada 1 September 2024.
Dalam surat tersebut, dr. Diani Kartini berharap agar manajemen RS Medistra dapat terbuka dan menghargai perbedaan antar pekerja.
Sebelumnya, dokter spesialis yang sudah bekerja sejak 2010 itu melayangkan protes kepada pihak rumah sakit yang menerapkan rasisme untuk pelamar kerja.
Ia juga membandingkan RS Medistra dengan salah satu rumah sakit lainnya yang mengizinkan semua pegawai untuk mengenakan hijab.
Akibat adanya larangan hijab tersebut, dr. Diani mempertanyakan kesetaraan pekerja di dalam rumah sakit berkelas internasional itu.
Baca Juga: Bansos PKH Rp 600 Ribu Ditransfer September 2024, Begini Cara Daftarnya
“Apakah ada standar ganda cara berpakaian untuk perawat, dokter umum, dokter spesialis dan subspesialis di RS Medistra?” tulisnya pada 29 Agustus 2024.
Lantas, siapakah dr. Diani Kartini dan bagaimana sosoknya? Simak profil lengkapnya berikut ini.
Dr. dr. Diani Kartini, SpB(K)Onk merupakan dokter bedah onkologi yang bekerja sebagai Dokter Pendidik Klinis di Program Studi Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Baca Juga: Duduk Perkara dr Diani Kartini yang Melayangkan Protes Mengenai Larangan Berhijab di RS Medistra
Sejalan dengan keahliannya, Diani juga diamanahi menjadi staf di Divisi Bedah Onkologi, Departemen Ilmu Bedah FKUI-RSCM.
Diani lulus pendidikan dokter umum di FK Universitas Sebelas Maret, Solo pada tahun 2000.
6 tahun berselang, ia menyelesaikan pendidikan dokter spesialis di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Kemudian, Diani menamatkan pendidikan subspesialis pada tahun 2009 di Universitas Indonesia dan meraih gelar Doktor pada 2019 di universitas yang sama.
Tidak hanya praktik di rumah sakit, dr. Diani Kartini turut membuka layanan konsultasi secara daring di salah satu platform dokter.
dr. Diani Kartini sukses menerbitkan sejumlah publikasi dan penelitian terkait kanker yang menembus indeks Science and Technology Index (SINTA).
Baca Juga: 20.772 Formasi CPNS 2024 Kemenag Dibuka, Termasuk Kuota Khusus untuk Lulusan Ma’had Aly (PTKI)
Jurnal tersebut membahas sejumlah hal, mulai dari pengujian terhadap pasien nodul tiroid, penyakit tumor kraniofasial Brown, hingga penilaian tentang kemoterapi neoadjuvan.
Dokter bedah onkologi ini pernah meneliti soal seri kasus perawatan bedah untuk karsinoma tiroid dan prosedur Sistrunk pada kista ductus tiroglous ganas.
Di samping menjalani keseharian sebagai dokter, Diani menekuni hobi olahraga, yakni menembak dan hiking.
Bahkan, ia telah berpengalaman menyusuri lanskap pegunungan, seperti di Savana Dandaun dan Gunung Rinjani, Lombok.
Melalui akun Instagram @diani_kartini, ia juga memperkenalkan dirinya sebagai pencinta kucing atau cat lovers.***