Profil dan Sejarah Hidup Rudy Agustian, Pria yang Kalahkan Pengemudi Mabuk Ugal-ugalan dalam Satu Gerakan

inNalar.com – Semalam sosial media sempat ramai dengan terjadinya perkelahian antara Rudy Agustian dengan pengendara ugal-ugalan yang tengah mabuk.

Dari yang diceritakan di akun instagram Rudy Agustian, ia menceritakan jika pengendara mobil tersebut mengemudikan mobilnya dengan cara ugal-ugalan. Bahkan supir mobil itulah yang menyuruh Rudy untuk minggir.

Karena mobil ugal-ugalan itu hampir menyerempet mobil Rudy Agustian yang tengah dikendarainya bersama istri dan anaknya, maka ia pun berinisiatif untuk meminggirkan mobilnya.

Baca Juga: Kampung Terpencil di Sumenep Ini Dipenuhi Rumah Mewah Senilai Miliaran, Profesi Pemiliknya Ternyata Cuma…

Disitulah pemilik kedua mobil mulai cek cok, bahkan supir mobil ugal-ugalan tersebut sampai membawa kunci stir. Selain itu, pengendara ugal-ugalan itu diduga tengah mabuk.

Dengan kondisi yang mulai memanas, Rudy Agustian langsung memberikan kuncian di kedua tangan supir ugal-ugalan itu, dan dijatuhkannya ke pinggir jalan sembari mengunci leher lawan hingga tidak berkutik.

Tapi sebenarnya siapa itu Rudy Agustian? Kenapa dia bisa sangat ahli mengalahkan pengendara mabuk itu hanya dalam satu gerakan?

Baca Juga: Hati-hati Unggah Foto Pribadi Bisa Disalahgunakan, Pelecahan Seksual Menggunakan AI Viral di Twitter!

Rudy Agustian atau nama panggungnya adalah Rudy The Golden Boy merupakan seseorang kelahiran Tangerang, Banten pada 3 September 1985. Diketahui pria ini memiliki tinggi badan 168 cm.

Meskipun tinggi badannya nampak normal jika di Indonesia, namun Rudy Agustian pernah tercatat sebagai atlet MMA, tepatnya pada One Pride MMA. Dengan pensiunnya dirinya dari MMA, kini diketahui Rudy The Golden Boy mencalonkan dirinya sebagai calon legislatif partai solidaritas indonesia (PSI).

Selain itu, pada catatannya di MMA, Rudy Agustian telah memberikan skor dengan 7-4-0, yaitu 7 menang, 4 kalah, dan 0 imbang. Dan Rudy the Golden Boy mengakhiri masa permainannya di 25 Oktober 2019.

Baca Juga: Pecahkan Rekor Terpanjang di Indonesia!, Ternyata Jalan Tol di Sumatera Selatan Ini Telan Biaya Rp 21,95 T

Sejarah hidupnya, Rudy Agustian memulai latihan beladirinya dengan Muaythai, dan berlanjut ke Kick Boxing, Wushu, dan Mixed Martial Arts.

Selama perjalanannya mendalami ilmu bela diri, Rudy the Golden Boy pernah mendapatkan juara Muay Thai Nasional, hingga akhirnya ia tampil di kompetisi MMA, ONE Championship.

Saat mulai berlatih mempelajari bela diri, Rudy Agustian tidak semena-mena lancar dalam memahami ilmu yang diajarkan.

Pasalnya, pria yang akhirnya mendapat julukan Rudy the Golden Boy ini berlatar dari keluarga yang sama sekali tidak memiliki cerita tentang bela diri. Jadi saat ia mengambil keputusan untuk mendalami ilmu bela diri, tidak ada keluarga yang ikut mendukung dengan keputusan tersebut.

Keinginan dari orang tuanya adalah menginginkan Rudy untuk menjadi akuntan. Hal itu dibuktikan dari ia kuliah dengan jurusan Akuntansi. Akan tetapi, saat itu ia mengalami kesulitan, karena ia merasa bidang tersebut bukanlah hal yang ia cintai.

Seiring mendewasa, Rudy Rudy Agustian menemukan beladiri Muay thai dengan belajar, mempelajarinya, berlatih, hingga ia mampu membuka Golden Camp sendiri. Namun, naas, ia pernah mengalami masa pahit selama berproses mendirikan usaha bela dirinya.

Bagaimana tidak, golden camp yang ia miliki tersebut pernah mengalami 4 kali bangkrut. Bahkan sampai pernah terjadi kebakaran, sampai piala-piala di dalam ruangan itu hanya menyisakan abu.

Dan kisah terakhirnya saat ini adalah ia memasuki dunia politik. Bahkan alasan Rudy juga terbilang unik. Karena ia menganggap dunia atlet di Indonesia masih dipandang sebelah mata, sehingga ia ingin mengubah industri olahraga dapat berkembang, setidaknya seperti di Thailand atau Amerika.

Jika melihat Amerika, atlet disana dibayar dengan cukup fantastis. dan negara Thailand sendiri dapat menggelar banyak pertandingan hanya dalam waktu satu minggu. Apalagi ia juga mendengar, jika di Indonesia masih banyak tikus yang memanfaatkan dana olahraga untuk kepentingannya sendiri.***

Rekomendasi