
inNalar.com – Kabar kematian Arya Daru Pangayunan masih menyisakan banyak tanya. Diplomat muda Kemlu itu ditemukan tewas di sebuah kamar kos Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada 8 Juli 2025.
Sosok diplomat berusia 39 tahun itu di temukan tak bernyawa dengan kepala dililit lakban dan memicu dugaan kuat ada unsur tindak kekerasan yang terkait pada peristiwa tersebut.
Namun dibalik itu semua, siapa sebenarnya Arya Daru? Simak profil dan biodata Arya Daru Pangayunan diplomat muda Kemlu yang tewas misterius!
Baca Juga: Bukan di Makassar, Ini Dia 5 SMP Paling Sering Menyabet Prestasi Internasional di Sulawesi Selatan
Arya Daru Pangayunan lahir di sleman, Yogyakarta, pada 15 Juli 1986. Ia merupakan seorang dari akademisi UGM yang tumbuh dilingkungan Pendidikan yang kuat. Selain itu, Arya dikenal sosok pribadi cerdas, dan berdedikasi sejak masa mudanya.
Jejak Pendidikan Tingginya, ia menepuh di Univesitas Gadjah Mada, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prodi Hubungan Internasional dan merupakan bagian dari Angkatan 2005 yang merupakan lulusan terbaik dibidangnya.
Semasa berkuliah di UGM, Arya adalah mahasiswa aktif diberbagai forum diskusi intersional dan organisasi kemahasiswaan. Rekan-rekannya mengenang arya sebagai sosok yang suka membaca, memiliki edealisme tinggi dan berwawasan luas, hingga kepribadian tersebut menjadi modal Utama saat masuk kedalam dunia diplomasi.
Baca Juga: 5 SD Berprestasi Internasional di Sulawesi Selatan 2025, Terbanyak di Makassar!
Selain itu, ia menembus karier di Kementrian Luar Negeri RI dimulai sekitar pada tahun 2011. Sejak itu juga, ia menjalani berbagai penugasan di Luar negeri.
Di 2011–2013, Arya bertugas di KBRI Yangon, Myanmar, saat negara tersebut tengah mengalami transisi demokrasi yang penuh dinamika. lalu tahun 2018-2020, ditugaskan sebagai Third Secretary bidang politik di KBRI Dili, Timor Leste .
Sebelum ke tanah air, pada tahun 2020–2022, Arya bertugas sebagai Second Secretary di bidang ekonomi, sosial, dan budaya di KBRI Buenos Aires, Argentina.
Baca Juga: Berapa Gaji Ketua RT di Yogyakarta 2025? Segini Besarannya Menurut Undang-Undang
Terakhir, Kembali ke tanah air tahun 2022 ditugaskan di Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu, sebagai diplomat muda yang betugas berposisi melindungi WNI di luar negeri.
Pada masa jabatannya di tanah air, Arya dikenal sangat berjasa dalam menjalani tugas pemulangan WNI, hingga mengkawal warga negara yang membutuhkan perlindungan. Hal tersebut, membuat dedikasi dan empatinya dapat dihormati dari banyak pihak.
Bahkan sebelum Arya wafat, ia telah mendapatkan tugas baru sebagai diplomatic di KBRI Helsinki, Finlandia, yang sudah terjadwal pada akhir Juli 2025, Namun nasib berkata lain.
Kabar duka mendadak Arya membuat banyak Instansi dan para Lembaga terpukul. Yaitu paling utama dari Kementrian Luar Negeri menyatakan duka mendalam dan menyebut Arya sebagai salah satu diplomat terbaik yang dimiliki Indonesia.
UGM, sebagai almamaternya, juga turut berduka cita dan Arya disebut sebagai alumni berprestasi yang menjadi sosok inspirasi anak muda. Bahkan hingga terkenang rekanya sebagai sosok penuh integritas dan selalu berpihak terhadap rakyat kecil.
Dalam perjalanan selama menjalankan tugas, Arya lebih memilih jalur sunyi, tidak popular, namun ber empati tinggi Ketika melayani WNI di kancah global.
Selain pengabdian nyata untuk Indonesia, masyarakat berharap hasil investigasi yang sedang berjalan dapat menemukan fakta kejadian secara transparan dan adil. Sehingga, kasus kematian misterius dapat diungkapkan melalui tindak pidana.***(Ahmad Nuryogi Ardiansyah)