Prof. Salim Said Buka-Bukaan Terkait Gerakan 30 September, Benarkah Soeharto Jadi Dalang Peristiwa Tersebut?

inNalar.com – Banyak pihak yang mengatakan bahwa Gerakan 30 September merupakan berkah bagi karir Soeharto.

Sebelumnya, nama Soeharto jarang di sebut-sebut, tapi setelah melewati jalan panjang nama Soeharto muncul begitu saja ke permukaan.

Soeharto dikenal karena penampilannya di masa-masa dramatis ini. Seperti keputusannya untuk mengambil alih komando Angkatan Darat saat itu.

Baca Juga: Jadi Presiden Terlama dalam Sejarah Indonesia, Ternyata Soeharto Pernah Menolak Wasiat Terakhir Soekarno

Meskipun demikian, terdapat beberapa fakta yang tercecer dari peristiwa Gerakan 30 September.

Fakta-fakta tersebut terungkap setelah jatuhnya masa Orde Baru masa kepemimpinan Soeharto.

Ditemukan berbagai kejanggalan yang menyeret nama Soeharto dan memunculkan dugaan adanya keterlibatan Soeharto dalam peristiwa kejam ini.

Baca Juga: Bukan 1998, Emil Salim Ungkap Soeharto Rupanya Sudah Inginkan Lengser Sejak Tahun Ini, Alasannya karena…

Banyak pula muncul pertanyaan, mengapa Soeharto bukan salah satu tokoh yang menjadi target pembantaian itu.

Hal tersebut tentunya membuat berbagai macam spekulasi dan asumsi di antara masyarakat dan para pengamat.

Pertanyaan mengapa Soeharto tidak menjadi target gerakan 30 September tersebut dijawab oleh Prof. Salim Said yang merupakan akademikus keturutan Bugis tersebut.

Baca Juga: Inilah Langkah Soeharto dalam Mempertahankan Swasembada Beras dan Tingkatkan Pendapatan Petani, Dicuri India?

Bersumber dari sebuah video yang diunggah melalui akun tiktok/adam.history mengenai pernyataan Prof. Salim Said.

Prof. Salim Said mengatakan bahwa pada saat itu, Soeharto tidak dikenal dan belum muncul kiprahnya. Saat itu, Soeharto merupakan anggota dari Kortsrad.

Korstrad pada zaman itu sangat berbeda dari yang sekarang yang mana saat itu tidak memiliki kekuatan.

Berbeda dengan saat ini dimana Korstrad memiliki kekuatan yang besar.

Soeharto muncul pada saat itu karena orang lain tidak berani mengambil sikap saat terjadi GESTAPU.

Itulah mengapa Jenderal Nasution pada waktu itu berperanan besar mendukung Soeharto.***

 

Rekomendasi