

Innalar.com – Prof Dr Sulianti Saroso tampil menjadi tema Google Doodle pada hari ini Rabu (10/05/23).
Pada hari ini Google menjadikan Prof Dr Sulianti Saroso sebagai tema Google Doodle sebab hari ini merupakan hari kelahiran beliau.
Dalam berbagai catatan, Prof DR Sulianti Saroso merupakan salah satu tokoh kesehatan di Indonesia.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Sebut Tiga Golongan Ini Boleh Dihukum Sadis di Dunia, Apakah Kamu Termasuk?
Nama Prof Dr Sulianti Saroso diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Pusat Infeksi RI.
Pada hari ini Prof Dr Sulianti Saroso diabadikan dalam bentuk Google Doodle.
Prof Dr Sulianti Saroso merupakan seorang tokoh kesehatan yang mempunyai peran penting dalam dua bidang.
Bidang tersebut adalah pencegahan dan pengendalian penyakit menular serta program keluarga berencana (KB).
Sosok Sulianti Saroso terlahir pada 10 Mei 197 di Karangasemn, Bali dan beliau termasuk anak kedua dari Dokter M Sulaiman.
Sulianti Saroso memiliki anggapan jika adanya hubungan antara kemiskinan, malnutrisi, buruknya kesehatan ibu dan anak, dengan kelahiran yang tak terkontrol adalah fakta.
Baca Juga: Ini Nasehat Ustadz Abdul Somad Untuk Wanita Karir Yang Suaminya Serabutan! Renungkanlah!
Akan tetapi kampanye Sulianti Saroso terkait hal tesebut ternyata mendapati protes dan pembantahan oleh Gabungan Organisasi (GOW) Yogyakarta.
Akibat hal tersebut, Salianti Saroso menerima teguran dari Kementerian Kesehatan.
Salianti Saroso kemudian dipindah ke Jakarta dan diberikan berbagai posisi di Kemenkes.
Saat bekerja di Kemenkes, beliau menjabat berbagai posisi dirjen di Kemenkes termasuk jabatan Direktur Jenderal Pencegahan, Pemberantasan, dan Pembasmian Penyakit Menular pada tahun 1967.
Salianti Saroso juga pernah merangkap Direktur Lembaga Riset Kesehatan Nasional (LRKN).
Selama berada di dalam posisi tersebut, Salianti Saroso memberikan perhatian besar pada Klinik Karantina di Pelabuhan Tanjing Priok, Jakata.
Baca Juga: Kamu Ingin Mimpi Indah? Inilah Amalan Rahasia yang Dilakukan Ustadz Abdul Somad Sebelum Tidur
Pada perkembangan selanjutnya, Profesor Sulianti menjadikan klinik tersebut menjadi RS penyakit menular dan menjadi keperluan riset penyakit menular.
Tak hanya rmelakukan riset dengan rumah sakit di Tanjung Priok namun Sulianti mulai melakukan pembangunan pos-pos kesehatan nasyarakat di berbagai lokasi.
Dari observasi yang dilakukan di lapangan itu di antaranya vaksinasi massal, produksi cairan “Oralit” untuk korban dehidrasi akibat diare, ditambah perencanaan dan pengendalian kehamilan.
Ketika menjelang berakhirnya masa pensiun, Salianti Saroso beliau ditunju menjadi konsultan untuk lembaga internasional WHO dan Unicef.****(Galih Nur Wicaksono)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi