

inNalar.com – Di sepanjang tahun 2022, terdapat lima emiten batu bara di Indonesia yang mampu menghasilkan profit tertinggi di atas Rp 10 triliunan.
Laba yang dihasilkan oleh kelima perusahaan produksi batu bara tersebut mencatatkan angka yang begitu fantastis, bahkan mengalahkan beberapa emiten-emiten berharga di Indonesia.
Nah dari kelima emiten tersebut, salah satu diantaranya merupakan perusahaan milik taipan asal Thailand yang berproduksi di Kalimantan Timur.
Baca Juga: Ini Hukum Qodho Sholat dan Tata Cara Pelaksanaannya Menurut Buya Yahya Berdasarkan 4 Madzab
Emiten tersebut ialah PT Indo Tambangraya Megah Tbk, yang saat ini menjadi salah satu perusahaan publik di Indonesia.
Melansir dari laman perusahaannya, itmg.co.id, disebutkan bahwa perusahaan ini bergerak di bidang investasi, terutama di pertambangan batu bara dan pembangkit listrik.
Selain bergerak di bidang tersebut, PT Indo Tambangraya Megah Tbk juga menjalankan kegiatan pendukung.
Diantara kegiatan pendukung tersebut ialah operasional terminal batu bara beserta fasilitas pelabuhan muat, serta kontraktor pertambangan.
Dari data yang dikutip dari laman tersebut juga disebutkan bahwa harga saham dari perusahaan tersebut terus meningkat hingga hari ini.
Namun, yang akan dibahas di artikel kali ini bukanlah harga saham perusahaan tersebut, melainkan laba bersih yang dihasilkan oleh emiten tersebut di tahun 2022.
Pada tahun 2022, laba bersih yang dihasilkan oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk melonjak hingga angka 176%, hingga menjadi Rp 18,68 triliun.
Selain laba bersih yang dihasilkan, perusahaan ini juga mencatatkan kinerja operasional yang semakin efisien, dengan persentase sebesar 33%.
Jika dibandingkan dengan perusahaan berharga Indonesia yakni Bank Negara Indonesia atau BBNI, labanya memang sedikit berbeda.
Jika laba yang dihasilkan oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk adalah Rp 18,68 triliun, laba dari BBNI hanya sebesar Rp 18,48 triliun.
Melansir dari laman web syariahsaham.id, menyebutkan bahwa PT Indo Tambangraya Megah Tbk, dalam 9 bulan pertama tahun 2021 telah berhasil menjual 14,8 juta ton batu bara yang di ekspor.
Itulah informasi mengenai emiten batu bara Kalimantan Timur milik taipan asal Thailand yang labanya bikin tidak kedip.***