Produksinya Butuh 5 Tahun, Kain Khas Desa di Bali Ini Punya Motif Ikat Ganda: Cuma Satu-satunya di Indonesia!

InNalar.com – Keragaman budaya di Indonesia, Khususnya di Bali tentu tidak ada habisnya.

Mulai dari tradisi, wisata alam, kuliner, hingga kain khas Bali, dengan motif unik, dan proses yang penuh nilai di balik pembuatannya.

Salah satu daerah di Bali yang memiliki kain khas ini ialah, Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali.

Baca Juga: Menlu AS, Antony Blinken Hubungi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab: Bahas Pengutukan Serangan Hamas Palestina

Sebagai warisan budaya turun temurun di Tenganan ini, proses pembuatannya tidak asal begitu saja.

Kain yang diberi nama kain Tenun Gringsing ini, mempunyai makna “Gring” yang berarti sakit dan “Sing” bermakna tidak.

Oleh sebab itu, kain ini diharapkan bisa menjadi penolak bala atau pelindung dari segala penyakit, bagi siapa saja yang memakainya.

Baca Juga: Nikahi Adinda Thomas, Raka Akmal Berikan Logam Mulia 100 Gram, Harganya Senilai Ratusan Juta?

Proses pengerjaan Tenun Gringsing ini sendiri bisa bertahun-tahun.

Mengapa demikian? Karena kain ini memiliki tingkat kerumitan tinggi, dan teknik khusus. Menggunakan tangan, tanpa bantuan mesin.

Waktu penenunan Tenun Gringsing sendiri menghabiskan waktu sekitar 2 bulanan. Namun, untuk membuat motif yang diberi nama Ikat ganda ini bisa sampai 5 tahunan sebagaimana dilansir dari Kemenparekraf.

Baca Juga: Dulu Miskin dan Tertinggal, Kini Daerah di Gresik Jawa Timur Ini Jadi Desa Miliarder! Laba BUMDes Melesat

Oleh sebab itu, harga Tenung Gringsing ini terbilang mahal, mulai jutaan hingga ratusan juta rupiah.

Selain rumit dalam pembuatan kain dan motifnya. Proses pewarnaannya juga terbilang tidak gampang.

Hal ini karena, waran untuk Tenun Gringsing menggunakan bahan alami bukan kimia.

Tenun Gringsing mempunyai 3 warna khas yang dinamai Tridatu. Adapun, warna tersebut ialah hitam, merah, dan kuning.

Karena berasal dari bahan alami, warna-warna Tenun Gringsing diperolehd ari akar mengkudu.

Sementara itu, warna kuning berasal dari minyak kemiri. Sedangkan, warna hitam diperoleh ari daun Taum.

Penggunaan Tenun Gringsing sendiri biasanya dipakai dalam acara keagamaan, atau acara adat di Bali.

Bentuk penggunaannya bisa dalam bentuk selendang untuk perempuan, dan ikat pinggang bagi laki-laki.

Adapun, kain Tenun Gringsing merupakan satu satunya tenun di Indonesia yang dibuat dengan teknik ikat ganda.

Tenung Gringsing juga pernah menjadi oleh-oleh untuk para pemimpin dunia, dalam acara KTT G20 di Bali pada November 2022 lalu. ***

 

Rekomendasi