

inNalar.com – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berada di Sumatera Selatan ini telah berhasil membangkitkan perekonomian sebuah desa di Muara Enim.
Berkat adanya daya listrik tersebut, pompa irigasi di Desa Karang Raja dapat mendorong kualitas dan produktivitas pertaniannya.
Infrastruktur ini tidak lepas perannya dari keberadaan sebuah perusahaan tambang batu bara terkemuka, PT Bukit Asam Tbk.
Berkat pembangkit listrik yang dibangun emiten berkode PTBA ini, sistem irigasi menjadi aktif hingga kemampuan produksi beras desa tersebut meningkat tajam.
Buktinya sepanjang tahun 2023 lalu, para petani desa tersebut berhasil panen tiga kali dalam setahun.
Jadi dalam waktu setahun, desa yang berada di Muara Enim ini mencatatkan produksi berasnya menembus 14,9 ton beras.
Bahkan dalam kurun waktu September – Januari 2024, PLTS irigasi tersebut berhasil memantik produksi beras mencapai 5,5 ton.
Sumbangsih PTBA rupanya tidak hanya terhenti di desa tersebut, perusahaan juga diketahui membangun pembangkit listrik irigasi di lokasi lainnya.
Hal tersebut sebagaimana diungkap oleh AVP Sustainable Economic Social and Environment PTBA, Mustafa Kamal.
Diungkap secara gamblang olehnya bahwa perusahaan batu bara ini juga membangun pembangkit listrik berbasis energi bersih di kawasan lainnya.
Kebermanfaatan infrastruktur ini pun diungkap langsung oleh Plt Camat Muara Enim, Husni Thamrin.
Lebih lanjut, Husni mengungkap bahwa PLTS irigasi yang dibangun oleh perusahaan batu bara ini telah beroperasi di beberapa daerah yang ada di Muara Enim.
Contohnya seperti Talawi Mudik di Sawahlunto, Trimulyo di Pesawaran Lampung, Tanjung Raja di Muara Enim, Nanjungan di Lahat.
Kemudian terdapat puia di Rejosari di Mataram Lampung, dengan keseluruhan total kapasitas yang berhasil dibangun sebesar 192 kWp.
Sebagai informasi tambahan, PT Bukit Asam Tbk sendiri juga baru saja menorehkan produksi gemilang sepanjang tahun 2023.
Perusahaan mencatatkan bahwa akumulasi produksi tahun lalu berhasil melampaui target yakni sebesar 41,9 juta ton.
Tren produksi meningkat tajam dari periode setahun sebelumnya yang hanya mencapai 37,1 juta ton.
Kinerja keuangan dan operasional yang positif bagi PTBA ini ternyata juga diiringi dengan komitmennya dalam mendukung perekonomian wilayah sekitar.
Salah satu langkah nyatanya adalah dengan membangun PLTS irigasi di beberapa daerah.***