Produksi 199 Ton Hidrogen Per Tahun, PLN Berhasil Kembangkan 21 Lokasi Rantai Pasok ‘Green Hidrogen Plant’

inNalar.com – PT PLN (Persero) terus berkomitmen untuk mengembangkan alternatif energi hijau di tanah air.

PLN menjadi salah satu perusahaan pionir dalam mengembangkan rantai pasok Green Hydrogen Plant atau GHP.

Pembangunan rantai pasok hidrogen hijau ini tentu tidak dilakukan tanpa adanya alasan.

Baca Juga: Rogoh Kocek Rp1,4 Triliun, Bendungan di Blora Ini Diramalkan Akan Menambah Hasil Produksi Beras Nasional

GHP sendiri dibangun sebagai upaya untuk menyediakan alternatif bahan bakar kendaraan di Indonesia yang lebih ramah lingkungan.

Produk ini nantinya dapat membantu menurunkan angka emisi karbondioksida di lingkungan.

Terbukti di tahun 2023 lalu perusahaan ini telah meresmikan sebanyak 21 unit GHP di berbagai lokasi.

Baca Juga: Intervensi APBN Rp6,5 Miliar, Kalimantan Timur Punya Jembatan Gantung di Pelosok Kutai Timur yang Menggantung 120 Meter

Adapun berbagai unit rantai pasok tersebut mampu menghasilkan kapasitas produksi mencapai 199 ton hidrogen setiap tahunnya.

Melansir dari laman resmi PT PLN, pembangunan 21 unit GHP ini berada di beberapa wilayah yang tersebar. Seperti:

  • PLTU Pangkalan Susu
  • PLTU Suralaya 8
  • PLTU Muara Karang
  • PLTU Suralaya 1-7
  • PLTU Lontar
  • PLTU Labuan
  • PLTU Cilegon
  • PLTU Priok
  • PLTU Muara Tawar
  • PLTU Pelabuhan Ratu
  • PLT Indramayu
  • PLTU Tanjung Jati
  • PLTU Tambak Lorok
  • PLTU Embang
  • PLT Gresik
  • PLTU Tanjung Awar-awar
  • PLTU Pemaron
  • PLTU Grati
  • PLTU Paiton
  • PLTU Adibala
  • PLTU Pacitan

Melalui pembangunan dan peresmian Green Hydrogen Plant ini PLN telah mendukung transisi sektor transportasi di tanah air menuju low carbon.

Tidak hanya sampai disitu, ke depannya perusahaan ini juga akan mengembangkan skenario Accelerated Renewable Energy Development atau ARED.

Baca Juga: Makan Biaya Rp89,57 Triliun, Pembangunan Pelabuhan di Makassar Ini Diduga Merusak Ekosistem Pesisir

Adapun tujuannya adalah untuk menambah kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan atau EBT hingga 75 persen.

Kemudian meningkatkan pula pembangunan pembangkit listrik berbasis gas sebesar 25 persen sampai tahun 2040 mendatang.

Diharapkan nantinya Indonesia dapat mencapai target Net Zero Emissions atau NZE di tahun 2060 nanti atau bahkan bisa lebih cepat.

Baca Juga: Produksi Emas Naik hingga 16,5 Persen, PT J Resources Asia Pasifik Raih Laba Bersih Menggiurkan, Berapa?

Dengan begitu, Indonesia tidak perlu lagi ketergantungan dengan bahan bakar fosil yang kurang ramah terhadap lingkungan.

PLN juga terus berkomitmen untuk mendukung proyek-proyek ramah lingkungan agar semakin mudah menurunkan angka karbon di tanah air.***

 

Rekomendasi