Produksi 1 Juta Ton Bauksit, Kalimantan Barat Punya Kilang Smelter Grade Alumina Terbesar di Asia Tenggara

inNalar.com – Tidak dapat dipungkiri bahwa Kalimantan Barat memiliki sumber daya alam bauksit yang cukup berlimpah.

Cadangan bauksit di Indonesia sendiri diketahui mencapai 1,26 miliar, dengan 840 juta ton di antaranya tersimpan di Kalimantan Barat.

Guna mendukung hilirisasi mineral bauksit, perusahaan yang berada di Kalimantan Barat ini dinilai berhasil menjadi penyokong utama program ambisius Indonesia ini.

Baca Juga: 5 Partai Politik Penyumbang Napi Korupsi Terbanyak di Indonesia untuk Pemilu 2024, Tebak Siapa Saja?

Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan pemurnian bauksit ini mampu menghasilkan 1 juta ton bauksit yang kemudian diolah menjadi alumina bernilai tinggi setiap tahunnya.

Namanya adalah PT Well Harvest Winning (WHW). Perusahaan tersebut membangun smelter bauksit di Dusun Sungai Tengar, tepatnya di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Sejak berdirinya hingga Agustus 2019, Perusahaan tersebut telah menyerap 2.200 tenaga kerja lokal.

Baca Juga: Hanya 80 km dari Bandar Lampung, Surga Tersembunyi Ini Lokasinya Ekstrem dan Punya Nama Unik, Penasaran?

Adapun total karyawan perusahaannya diketahui ada 2.286 orang. Artinya, tingkat serapan kerja lokalnya dapat dihitung mencapai lebih dari 95 persen.

Kilang Smelter Grade Alumina PT Well Harvest Winning ini disebut menjadi yang pertama di Indonesia sekaligus terbesar se-Asia tenggara dalam hal capaian kapasitas produksinya.

Perhitungan produksi per Januari – November 2022 saja, capaian produksi kilang Smelter Grade Alumina (SGA) PT Well Harvest Winning ini bisa menembus 2 juta ton alumina.

Baca Juga: Sempat Mandek Sejak 1998, Tol Cipali Dibangun di Era SBY dan Berhasil Diresmikan di Pemerintahan Jokowi

Keberadaan perusahaan pengolahan bauksit di Kalimantan Barat yang mampu meningkatkan nilai tambahnya ini dinilai sangat strategis bagi kemajuan perekonomian Indonesia.

Pasalnya, Indonesia berhasil menempatkan diri menjadi penyimpan cadangan bauksit keenam terbesar di dunia.

Pasokan bahan baku bauksit tentu bakal mendapatkan permintaan yang sangat tinggi di pasar global.

Namun, dengan adanya perusahaan yang mampu mengolah bauksit hingga menjadi produk setengah jadi ini tentu menjadi nilai tambah bagi pemasukan negara.

Dilansir dari esdm.go.id, cadangan bijih bauksit Indonesia diperkirakan baru habis 92 tahun lagi, tepatnya tahun 2112, dengan catatan jika tidak ada smelter baru lagi yang dibuka.

Sebagai informasi, bauksit merupakan bahan baku utama yang sangat berperan penting dalam dunia industri pesawat terbang, mobil listrik, mesin, dan yang lainnya.***

Rekomendasi