

InNalar.com – Pihak militer Ukraina baru-baru ini mengklaim pihaknya telah menjebol pertahanan milik Rusia yang tentu bisa membuat Presiden Vladimir Putin ketar-ketir.
Perang antara Rusia dan Ukraina terus hingga saat ini semakin memanas, karena kedua negara terus saling serang.
Ukraina yang sebelumnya dibombardir militer Rusia kini sudah mulai melancarkan aksi serangan balas dendam.
Melansir dari Reuters, terbaru militer Ukraina mengklaim bahwa pihaknya telah menembus garis pertahanan Rusia yang paling sulit di wilayah selatan.
Berhasil membobol keamanan Rusia membuat Ukraina kini dapat bergerak lebih cepat dalam menjalankan misinya.
Sebelumnya Ukraina melancarkan serangan balasan pada bulan Juni kemarin, namun garis pertahanan Rusia yang dipersiapkan dengan baik.
Selain itu garis pertahanan juga diperkuat oleh ladang ranjau telah memperlambat mereka ke arah selatan menuju Laut Azov.
Namun kini rencana Ukraina telah berhasil, karena militer Ukraina mengatakan mereka telah mengibarkan bendera di pemukiman Robotyne di wilayah selatan Zaporizhzhia, sekitar 10 kilometer selatan kota garis depan Orikhiv.
Akan tetapi tujuan utama tentara Ukraina adalah menaklukan laut Azov.
Sekadar informasi, Robotyne berjarak sekitar 100 kilometer dari Berdiansk, sebuah pelabuhan di tepi Laut Azov, dan 85 kilometer dari kota strategis Melitopol.
Keduanya diduduki oleh pasukan Rusia setelah invasi besar-besaran Moskow pada Februari tahun lalu.
Di sisi lain pihak Moskow belum mengonfirmasi bahwa Ukraina telah maju ke Robotyne.
Walau demikian, upaya militer Ukraina dalam merebut wilayah tersebut bisa saja membuat presiden Putin bisa ngamuk.
Pasalnya, saat ini kondisi militer Rusia sedang mengalami krusial terutama karena kurangnya pasokan alutsista.
Sehingga serangkaian masalah ini bisa membuat Rusia terdesak, apalagi pihak sekutu lawan terus membantu Ukraina dengan menyokong sejumlah peralatan perang.***