

inNalar.com – Tersiar kabar bahwa Presiden Iran Ebrahim Raeisi mengalami kecelakaan Helikopter dan dinyatakan meninggal dunia di Provinsi Azerbaijan Timur, Utara Iran.
Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa tidak ada tanda-tanda selamat dari seluruh 9 penumpang helikopter tersebut.
Korban lainnya yang juga turut alami kecelakaan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dan Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Malek Rahmati.
Bahkan, dari sumber terbaru beberapa kantor berita pemerintah Iran telah mengonfirmasi seluruh penumpang helikopter meninggal.
Meskipun begitu, belum ada konfirmasi resmi soal kabar duka ini dari pejabat pemerintah.
Masih belum ada konfirmasi resmi bahwa Ebrahim Raeisi tewas.
Namun, para petugas medis mengatakan bahwa mereka tidak menemukan tanda-tanda kehidupan di lokasi kecelakaan.
Kantor berita juga telah mealporkan bahwa 9 orang yang berada di helikopter tersebut melibuti Malek Rahmati, Imam Salah Jumat Tabriz Imam Mohammad Ali, seorang pilot, kopilot, kepala kru, kepala keamanan, dan pengawal lainnya.
Tim SAR yang dipimpin oleh Palang Merah Iran telah menemukan puing helikopter yang ditumpang sang presiden setelah melakukan pencarian selama 13 jam.
Bahkan, Turki pun ikut turun tangan membantu pencarian yang dilakukan selama 13 jam tersebut.
Drone Turki Akinci disebut yang pertama kali mendeteksi sumber yang diduga berasal dari puing-puing helikopter.
Menurut sejumlah media, saat Tim SAR menemukan lokasi jatuhnya Helikopter, kondisinya telah hancur seluruhnya.
Baca Juga: Getirnya Progres Megaproyek Bendungan di Bone Bolango Gorontalo, 1000 Ha Lahan Masuk Sengketa
Kabar ini pun juga turut menuai sorotan dari warganet Indonesia.
Banyak yang mengira dan menerka-nerka bahwa kejadian ini merupakan sabotase.
“Sabotase gak sih ini?” tulis komentar akun instagram ardica_elvan di postingan akun undercover.id.
“Sekelas presiden segampang itu meninggalnya? Komedi apa lagi ini.” tulis komentar akun bts_ilovelies.***