Prada Lucky Meninggal Gara-Gara Apa? Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Penganiayaan oleh Senior


inNalar.com
– “Prada Lucky meninggal gara-gara apa?” menjadi pertanyaan yang sering muncul di media sosial belakangan ini. Pasalnya, kematian anggota TNI AD umur 22 tahun itu penuh kejanggalan.

Menurut Ibu korban, Sepriana Paulina Mirpey, Prada Lucky dianiaya oleh seniornya yang diduga berjumlah 20 orang saat berdinas di Batalyon Yonif Teritorial Pembangunan/834 Waka Nga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pernyataan tersebut, kata Sepriana, diungkapkan langsung oleh korban melalui sambungan telefon sebelum akhirnya meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025).

Baca Juga: Viral Jefri Nichol Sampai Harus Makan Babi Demi Persiapan Lawan El Rumi

“Mama saya dipukul sama senior-senior yang lain,” ungkapnya, sembari menirukan suara lirih Prada Lucky, Senin (11/8/2025).

Dengan penuh emosi, Sepriana menuntut agar kasus kematian buah hatinya diusut tuntas dan para pelaku mendapat hukuman setimpal.

Ia juga menegaskan bahwa terduga pelaku bukan empat orang, melainkan berjumlah 20 anggota TNI AD.

Baca Juga: Respon Cuek Timothy Ronald Usai Ramai Disorot Publik, Sebut Hanya Bagian dari Persona Media

“Ini mati sia-sia di tangan senior. Proses mereka, pecat, bila perlu hukuman mati,” ujarnya.

Ayah Prada Lucky, Serma Christian Namo yang juga seorang anggota TNI turut meyakini bahwa kematian anaknya murni penganiayaan.

“Intinya itu penganiayaan. Bapak sudah tahu saya siapa prada lucky anak siapa cari sendiri. Penting cuma itu, keadilan harus ditegakkan. Ingat baik ya, merah putih, keadilan juga harus merah putih toh?” katanya.

Baca Juga: Hasil Tinju El Rumi vs Jefri Nichol 2025, TKO 38 Detik hingga Berujung Dislokasi Bahu

“Ada satu catatan, biar tidak ada Lucky yang lain. Anak tentara saja dibunuh kok, bagaimana yang lainnya. Saya tidak punya kekuatan, tapi keadilan pasti Tuhan dukung, Penting apa? Berani.”

Menanggapi luapan amarah keluarga Prada Lucky, Wakapendam IX/Udayana Letkol Inf Amir Syarifudin mengatakan hal itu sangat wajar.

Kendati diselimuti dendam, keluarga korban sudah menjalin komunikasi dengan pihak berwajib untuk mengusut tuntas para pelaku dan memasrahka sepenuhnya.

“Kalau ayah korban marah itu wajar, karena dia juga orang tua. Kita sudah komunikasi dan beliau serahkan ke kita selaku institusi militer,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkapkan bahwa sebanyak 20 anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Prada Lucky.

Wahyu menjelaskan, kasus tersebut bermula dari kegiatan pembinaan terhadap prajurit. Namun untuk motif utama pelaku masih dalam proses penyelidikan.

“Sudah 20 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan,” ujarnya di Kupang, Senin (11/8/2025).

Tentunya, para pelaku nantinya akan disangkakan dengan asal 351 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, serta Pasal 131 KUHPM, jika terbukti bersalah.

Lebih lanjut, Brigjen Wahyu menegaskan proses hukum akan dilakukan secara transparan. Saat ini penyelidik sedang mendalami peran tiap tersangka.

Hal senada juga dikatakan oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto yang memastikan proses hukum kematian Prada Lucky akan berjalan sesuai prosedur.

Ia mengatakan, TNI AD sudah berkoordinasi dengan Menhan, Panglima TNI hingga Kasad untuk melakukan pengusutan serta memproses hukum tersangka kematian Prada Lucky.

“Pengusutan mendalam serta proses hukum terhadap siapa pun yang terlibat,” tegasnya.

Dengan munculnya insiden ini, Ketua DPR RI, Puan Maharani menyerukan agar sistem pembinaan militer segera dievaluasi.

Harapannya, senioritas dalam militer tak lagi meregang nyawa-nyawa lain.

“Mekanisme yang ada harus dievaluasi, jangan sampai terulang lagi. Hubungan antara senior dan junior jangan didasarkan pada kekerasan, tapi saling hormat,” ujarnya di Senayan, Jakarta.

Sebagai informasi, proses hukum kini berada di tangan Polisi Militer dan Pomdam IX/Udayana.

Sebanyak 20 tersangka dibawa ke Kupang untuk pemeriksaan dan rekonstruksi kasus.

Tentu hal ini menjadi langkah kunci untuk mengungkap peran masing-masing pelaku dan mengapa Prada Lucky bisa menjadi target kekerasan.

Rekomendasi