Posisi Islam di Tengah Konflik Rusia dan Ukraina hingga Sikap Umat yang Harus Diambil dalam Kondisi Perang


inNalar.com
– Ustadz Adi Hidayat menerangkan posisi Islam dalam memandang perang antara Rusia dan Ukraina yang terjadi sekarang.

Menurutnya, jika terjadi pertikaian atau sengketa antara kedua belah pihak maka sejatinya orang Islam harus menjadi penengah.

Ustadz yang akrab dipanggil UAH tersebut juga menyampaikan, selain itu kaum muslimin diharap juga dapat memberikan solusi.

Baca Juga: Doa Menyambut Bulan Syaban dalam Bentuk Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

Jalan keluar yang diusulkan tidak boleh memprovokasi pihak manapun, apalagi menyampaikan untuk mengambil keuntungan dengan menghancurkan salah satunya.

Bagi Ustadz Adi Hidayat, penengah tersebut harus menenangkan dan mendamaikan pihak manapun seperti yang Rasulullah SAW lakukan saat perselisihan hajar aswad.

“Bagaimana beliau mendamaikan potensi konflik yang mungkin terjadi di suku-suku Arab pada masa itu?,” terang UAH seperti dikutip inNalar.com dari video yang diunggah di kanal YouTube Adi Hidayat Official pada 28 Februari 2022.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Berpuasa? Simak Penjelasan Berikut

Begitu juga ketika Rasulullah SAW sampai di Madinah yang awalnya bernama Yatsrib, di mana sudah ada sejak sebelumnya 2 suku Aus dan Khajraj yang sudah bertikai.

Selain membangun masjid saat itu, kedua suku didamaikan dan dipersaudarakan sama seperti halnya kaum Muhajirin serta Anshar.

Dengan cara yang dilakukan tersebut, maka tertutuplah celah-celah atau persoalan yang memungkinkan terjadinya konflik sosial.

Baca Juga: Pengusaha Asal Rusia Bikin Sayembara, Kepala Vladimir Putin Dihargai Rp14 Miliar

Pada kondisi tersebutlah ayat-ayat Al Quran diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW, salah satunya yaitu sebagai berikut:

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang, hendaklah kamu damaikan antara keduanya!” (QS Al Hujarat 9).

Walaupun dalam teks ayat tersebut disebutkan menggunakan kata yang beriman, tetapi maksudnya juga secara umum kepada selainnya.

Baca Juga: Ancaman Nuklir Putin Bikin Ketar-ketir, Obat Anti Radiasi di Eropa Ludes

“Maka sifat orang Islam datang dengan islah, memberi solusi yang menenangkan yang mencerahkan,” ungkap UAH menjelaskan.

Setidaknya memberikan kepada kedua belah pihak berkonflik atau perang, segala hal yang bermanfaat untuk keduanya.

Membuat kesepakatan atau konsesus yang dengannya akan menghentikan konflik dan menghadirkan perdamain, itulah Islam.

Baca Juga: Jadwal Sholat Wilayah Kota Bandar Lampung dan Sekitarnya, Jumat 4 Maret 2022 atau 1 Syaban 1443 Hijriah

Sehingga hasil dari agama Islam yaitu salam atau perdamaian, sedangkan orang yang menganutnya disebut muslim di mana artinya tunduk pada ketentuan Allah SWT.

“Sikap umat Islam wajib menghadirkan islah, jalan tengah yang mendatangkan perdamaian, menenangkan, meneduhkan, memberikan kemashlahatan bagi 2 pihak” jelas Ustadz Adi Hidayat.

“Ataupun berbagai pihak yang terlibat dalam situasi konflik, baik yang terjadi di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina seperti yang disaksikan sekrang ataupun konflik pada umumnya.” Terangnya lagi.***

Rekomendasi