

inNalar.com – Ponpes Al-Zaytun sekarang sedang viral dikarenakan adanya perektrutan jamaah untuk meraup keuntungan hingga fantastis sampai dikatakan sebagai pesantren elite.
Dari sumber terpercaya adanya cerita mengenai pengumpulan puluhan orang tua yang dimintai penjelasannya, dari pengumpulan tersebut adanya cerita dari salah satu orang tua yang keheraan dan sangat syok ketika anaknya membentak seorang ibu dan mengatakan kafir pada ibunya.
Bahkan tidak hanya itu adanya ancaman sehingga seseorang tersebut menjadi depresi dan gila karena adanya teror yang didapat dari kelompok NII.
Dari adanya cerita tersebut hingga sampailah terdengar oleh pak Atian Ali Dai, beliau adalah seorang dai terkenal dengan kerasnya dan tegas jika berurusan denagn kemungkaran dan kesesatan.
Setelah mendengar cerita tersebut pak Atian Ali Dai membuat sebuah investigasi untuk mengumpulkan orang yang digunakan untuk mencari informasi denagn benar hingga tidak terjadi simpang siur dari cerita yang dialami korban.
Dari adanya investigasi yang dilakukan oleh pak Atian Ali Dai dan mendapatkan banyak informasi mengenai Ponpes Al-Zaytun membuat pak Atian Ali Dai beranggapan bahawa” Ponpes Al-Zaytun diduga merektruk kelompok NII KW 9”.
Diduga Ponpes Al-Zaytun merekrut orang-orang atau mencari jamaah untuk menjadi separatis sehingga para jamaah yang direkrut oleh pesantren Al-Zaytun mengkafirkan orang-orang yang bukan dari golongan mereka.
Seperti orang-orang diluar kawasan Ponpes Al-Zaytun semuanya termasuk orang golongan kafir karena bukan dari golongan NII yang yang ada didalam pesantren Al Zaytun.
proses perekrutan para anggota diduga dilakukan dengan cara para kelompok NII dari Ponpes Al-Zaytun masuk kedalam kota-kota dari berbagai pelosak mereka datangi untuk merekrut jamaah baru dan diambil uangnya hingga terkumpul sampai milyaran.
Baca Juga: Sebelum Menjabat Sebagai Kementrian Sosial, Begini Rincian Harta Kekayaan Wali Kota Surabaya
Dari adanya kelompok NII Ponpes Al-Zaytun masuk ke pelosok kota di duga untuk mencuci otak mereka sebagai modus dengan mengatakan jika seseorang hidup diindonesia adalah kafir karena Indonesia tidak menajlankan syariat islam denagn benar.
Jika indonesia tidak menjalankan syariat islam maka pemimpin indonesia bukanlah imam bagi kaum muslimin.
Sedangkan didalam ajaran islam menurut kelompok NII dari Ponpes Al-Zaytun dikatakan bahwa orang islam harus memiliki jamaah karena hanya jamaah yang mengikuti kelompok NII tersebut yang akan selamat.
Karena jamaah dipimpin oleh seorang imam tentu saja sesuai dengan syariat islam, jika seorang muslim dipimpin oleh presiden hal tersebut tidak sesuai denagn syariah islam sehingga orang tersebut termasuk golongan kafir.
Diduga kelompok NII dari Ponpes Al-Zaytun tersebut mengatakan bahwa orang-orang yang tunduk dan taat denagn peraturan yang diberkan oleh pemerintah amaupun presiden merupakan golongan orang-orang kafir.
Dari adanya pencucian otak yang dilakukan para kelompok NII pesantren Al-Zaytun untuk mencari jamaah dan masuk kedalam golongannya, membuat pesantren Al-Zaytun meraup keuntunggan yang sangat fantastis dari adanya pecucian otak yang dilakuakan kelompok NII pesantren Al-Zaytun.***(Faizzatun Nazira)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi