

inNalar.com – Pada lahan seluas 105 Ha di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan akan berdiri sebuah pembangkit listrik tenaga uap.
Pembangkit listrik tenaga uap di Sumatera Selatan tersebut dikabarkan menjadi salah satu PLTU terbesar di ASEAN.
PLTU Mulut Tambang Sumsel 8, PLTU terbesar yang berada di salah satu desa Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Kapasitas yang dimiliki oleh PLTU Mulut Tambang Sumsel 8, PLTU terbesar di Sumatera Selatan ini mencapai 2 x 660 MW.
Diketahui bahwa proses pembangunan dari PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 sudah mencapai tahap beberapa uji seperti uji penyaluran listrik.
Pembangunan PLTU di atas lahan seluas 105 Ha di Sumatera Selatan ini nilai investasinya mencapai angka Rp 24 triliun.
Baca Juga: Total Kekayaan Rp4 Miliar, Pemimpin Daerah di Nusa Tenggara Timur Ini Masuk Kategori Termiskin
Dengan bahan baku berupa batu bara, PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 dibangun dengan menerapkan teknologi yang ramah lingkungan.
Teknologi tersebut adalah flue gas desulfurization (FGD) yang dapat menekan emisi karbon atau gas buang.
Pembangunan PLTU yang disebut sebagai PLTU terbesar se-ASEAN ini menjadi salah satu kebanggan bagi masyarakat daerah Sumatera Selatan.
Batu bara yang dibutuhkan oleh PLTU terbesar di Sumatera Selatan ini diketahui mencapai total yang sangat besar, yaitu 5,4 juta ton/tahun.
PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 dengan kapasitas mencapai 2 x 660 MW di Kabupaten Muara Enim ini juga berdampak pada warga sekitar.
Kehadiran PLTU terbesar se-ASEAN ini akan membantu pemenuhan kebutuhan listrik bagi warga yang ada di Pulau Sumatera.
Hal tersebut tentunya akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.
Berdirinya sebuah pembangkit listrik tenaga uap di Sumatera Selatan ini telah di impikan sejak lama, yaitu pada tahun 1996.
Kini rencana dan impian tersebut telah menemukan titik terang. PLTU terbesar di Sumatera Selatan diperkirakan akan segera beroperasi.***