

inNalar.com – Melimpahnya sumber daya alam batubara di Kalimantan Utara membuat provinsi ini memanfaatkannya sebagai pembangkit listrik.
Menurut data tahun 2022, Kalimantan Utara menjadi bagian dari penyumbang pembangunan PLTU terbanyak di Indonesia.
Pembangunan PLTU dengan bahan bakar batubara tentu telah digencarkan oleh pemerintah Kalimantan Utara untuk menunjang kesejahteraan rakyatnya.
Akan tetapi, ada juga proyek pembangunan PLTU yang meleset sehingga sempat mangkrak selama beberapa tahun.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, pembangunan PLTU Kalimantan Utara yang mangkrak ini berlokasi di Gunung Seriang, Tanjung Selor.
Diketahui, proyek ini menggandeng PT Adhi Karya sebagai kontraktor untuk membangun PLTU di Tanjung Selor.
PLTU ini memiliki kapasitas 14 Megawatt di mana proses pembangunannya telah dimulai sejak tahun 2011.
Namun, pembangunan pembangkit listrik di Kalimantan Utara ini malah tidak selesai sesuai rencana dan sempat terbengkalai.
PT Adhi Karya akhirnya kembali melanjutkan pengerjaan PLTU pada tahun 2017 setelah terhenti selama kurang lebih 6 tahun.
Pengerjaan PLTU Tanjung Selor ini diketahui memakan biaya sebesar 268 miliar Rupiah menggunakan dana APBD.
Di waktu yang sama, Kalimantan Utara berhasil menyelesaikan PLTMG Tanjung Selor yang memiliki kapasitas 35 MW.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai proses pembangunan PLTU Tanjung Selor yang dipimpin oleh PT Adhi Karya.
Pembangunan PLTU Kalimantan Utara ini akhirnya telah selesai namun masih belum dioperasikan per tahun 2021 dengan alasan yang tidak diketahui.
Kasus tersebut akhirnya menimbulkan kekecewaan terhadap kinerja PLN Kalimantan Utara yang dinilai cukup lamban.
Pemerintah pun berharap agar PLTU ini dapat cepat dinikmati oleh warga sekitar, khususnya Tanjung Selor, Kalimantan Utara.***