PLTS Terbesar di Dunia Bakal Ada di Batam, Jadi Kota Pertama di Indonesia yang Tinggalkan Energi Batubara?

inNalar.com – Batam merupakan salah satu pusat kota industri yang terus bergerak dinamis membesarkan geliat bisnis dan industri daerahnya.

Dengan banyaknya bisnis dan industri yang terus diguritakan oleh Pemda Batam, tentu kebutuhan listrik pastinya akan semakin meningkat. Meski, cadangan listrik batubara dianggap masih aman untuk saat ini, tetapi pemda Batam terus menggalakkan sumber listrik yang ramah lingkungan seperti PLTS.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan solusi energi alternatif yang bisa mengantarkan kota Batam sebagai kota berkelanjutan dan menjadi kota pertama yang mulai meninggalkan sumber energi tidak terbarukan seperti batubara.

Baca Juga: 6 Desa Wisata Yang Unik di Yogyakarta, Nomor 4 Menghasilkan 1000 Ton Teh Per Tahunnya Lho!

Pemda Batam diketahui baru-baru ini berkerja sama dengan PLN Batam untuk membangun PLTS Apung yang memiliki kapasitas produksi hingga 42 MWp.

Dengan adanya MoU yang dilakukan oleh PT PLN Batam, PT Energi Baru TBS, dan PT PLN Nusantara Power, diharapkan ambisi menuju kota industri ramah lingkungan dan berkelanjutan akan segera terwujud.

Dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, diungkapkan oleh Ridwan Djamaluddin, selaku Ditjen Mineral dan Batubara, bahwa cadangan Batubara Indonesia masih 38,84 miliar ton. Artinya, sumber energi listrik Indonesia masih aman hingga 65 tahun ke depan.

Baca Juga: Jadi Simbol Toleransi Umat Beragama, di Bali Terdapat 5 Rumah Ibadah dari Setiap Agama Letaknya Berdampingan

Namun, realita yang tidak dapat dihindari adalah berdasarkan data yang disajikan dari PT PLN, tercatat bahwa konsumsi listrik Kota Batam sendiri pada tahun 2021 sebesar 2,56 juta MWh dan mengalami peningkatan di tahun selanjutnya menjadi 2,94 juta MWh.

Oleh karena itu, pemda Batam berambisi untuk membangun PLTS yang diharapkan akan segera menjadi pengganti energi listrik batubara.

Dilansir dari laman resmi PLN, pembangunan PLTS yang tercermin dalam MoU dari tiga belah pihak ini merupakan bagian dari ambisi menuju kota dengan Net Zero Emission 2060.

Baca Juga: Terbesar se Asia Tenggara, Bendungan Raksasa di Batam Ini Mampu Tampung 101,2 Juta m3 Air

Sistem kelistrikan Batam yang bersifat bauran ini diharapkan akan segera tergantikan dengan energi baru terbarukan.

Pembangunan PLTS ini nilai investasinya diperkirakan bakal mencapai 50 juta USD yang diharapkan bisa rampung pada tahun 2024.

Dengan adanya pembangunan PLTS apung berkapasitas 42 MWp, diharapkan bisa semakin memikat investor semakin percaya diri untuk bekerja sama dengan berbagai perusahaan di Batam.

PLTS memiliki beberapa manfaat, di antaranya adalah mampu mengolah foton matahari menjadi sumber energi listrik.

Selain itu, alasan ramah lingkungan menjadi pendukung utama bagi Pemda Batam untuk mewujudkan kotanya yang bebas polusi udara.

Diharapkan pula biaya listrik harian menjadi lebih murah dibanding menggunakan sumber energi batubara.***

Rekomendasi