PLTA Kayan, Proyek 26 Triliun yang akan Tenggelamkan Desa Tertinggal Tanpa Listrik di Kalimantan Utara

inNalar.com – Terdapat pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), yang dilakukan di Kalimantan Utara.

Adapun pembangunan PLTA tersebut akan diilakukan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Pembangkit listrik yang akan dibangun di Kalimantan Utara adalah PLTA Kayan.

Baca Juga: Dibangun dari 2019! Proyek Pembangunan Jalan di Kalimantan Selatan Ini Telan Rp1 Triliun dan Selesai 2024?

Sebenarnya proyek dari PLTA Kayan Cascade di daerah Bulungan ini sudah berjalan sejak tahun 2011.

Akan tetapi konstruksi bendungan pertama di daerah Kalimantan Utara ini akan dimulai pada tahun 2023, dengan perkiraan selesai di tahun 2027.

Direncanakan PLTA Kayan Cascade akan memiliki kapasitas 9.000 megawatt, menggunakan fasilitas terbaru yang berkaitan dengan ekonomi hijau.

Baca Juga: Tengah Direvitalisasi Usai Kembali Menjadi Aset Negara, Berikut 5 Fakta Unik Situ Cihuni, Tangerang, Banten!

Saat membangun Bendungan Kayan, diperkirakan investasi yang dihabiskan ini mencapai 17,8 miliar dollar AS, atau Rp. 26,7 triliun.

Seperti yang dijelaskan di atas, pembangunan PLTA ini berada di Kalimantan Utara yang salah satunya akan berada di satu desa di sekitaran daerah tersebut.

Dilansir inNalar.com dari kanal YouTube putihhitam TV, kampung yang dimaksud adalah Desa Long Peleban, yang ada di Kalimantan Utara.

Baca Juga: Habiskan Dana Rp 1,2 Triliun untuk Wajah Baru TMII, Beginilah Persiapan Indonesia Sambut KTT ASEAN

Sekedar informasi, Desa Long Peleban merupakan salah satu kampung di Kalimantan Utara yang sudah selama lebih dari 100 tahun ini tidak tersentuh listrik.

Ironisnya, desa tanpa listrik di Kalimantan Utara tersebut pada akhirnya akan ditenggelamkan, hingga akhirnya berubah menjadi PLTA terbesar di Asia Tenggara.

Bahkan desa yang nantinya akan berubah jadi PLTA ini ada pula yang menyebutnya sebagai desa gelap gulita.

Padahal, Desa Long Peleban di Kalimantan Utara ini telah dihuni oleh masyarakat Suku Dayak Kenyah semenjak tahun 1905.

Meskipun sebenarnya terdapat beberapa alasan yang membuat desa di Kalimantan Utara ini tidak kunjung mendapatkan listrik ataupun mendapatkan jaringan telekomunikasi.

Pasalnya, daerah pada desa tersebut terlalu terpencil dan cukup sulit untuk dijangkau.

Bagi orang-orang yang ingin mengunjunginya, para pengunjung harus menggunakan speedboat selama 4 jam menyusuri Sungai Kayan dari Tanjung Selor.***

 

Rekomendasi