

inNalar.com – Ustadz Khalid Basalamah, dalam serial kajian dosa-dosa besar dalam kanal YouTube resminya, membahas tentang sikap yang harus dihindari setiap muslim, yaitu sikap suka melaknat orang lain.
Sebelum membahas lebih lanjut, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan makna kata laknat terlebih dahulu.
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa kata Laknat berasal dari bahasa Arab.
Baca Juga: Hati-Hati! Ustadz Khalid Basalamah Imbau Muslim Waspadai Dua Bentuk Rahasia yang Tak Boleh Diumbar
Diambil dari kamus Lisanul ‘Arab, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa laknat adalah sesuatu yang jauh dari kebaikan. Ada juga yang menyatakan bahwa sikap ini juga merupakan sesuatu yang jauh dari Allah.
“Jadi makna pertama yaitu jauh dari semua kebaikan, laknat. Jauh dari Allah juga masuk dalam laknat,” kata Ustadz Khalid Basalamah saat menyimpulkan makna kata tersebut.
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa laknat itu datangnya dari manusia dan lebih dalam lagi bahwa sikap itu berupa celaan dan doa.
Baca Juga: 8 Nasehat Gus Baha Tentang Cinta dan Mencari Pasangan Hidup, Nomor 3 Perlu Skill Khusus!
Jika disimpulkan dari beberapa pengertian di atas, maka bisa dipahami bahwa sikap tersebut lebih mengarah pada bentuk kata-kata atau doa-doa buruk, ujarnya.
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa setiap yang terkena laknat Allah, maka seseorang dinyatakan jauh dari rahmat Allah dan berhak mendapatkan siksa hingga akhirnya bisa binasa.
Hukum asal sikap yang buruk tersebut ialah tidak boleh,ungkapnya.
Maksud Ustadz Khalid Basalamah ialah seorang muslim tidak boleh mendoakan keburukan, mengharapkan agar seseorang mendapatkan adzab Allah tanpa disertai alasan yang jelas, maka yang demikian itu tidak diperbolehkan.
Tentu saja, sikap laknat ini bukan bagian dari ciri seorang muslim, kata Ustadz Khalid Basalamah.
Disebutkan pula dalam hadits, bahwa di antara ancaman bagi orang yang suka melaknat orang lain yang tak pantas mendapatkan keburukan tersebut, maka ia tidak akan bisa menjadi syuhada’.
Baca Juga: Hasil Rekap Laga Final Singapore Open 2023, Dilengkapi Dengan Total Hadiah Pemenang
Di antara contoh laknat yang perlu untuk dihindari adalah bentuk perkataan sebagai berikut.
“Semoga Allah melaknatmu”
“Semoga Allah menghukum kamu”
“Semoga Allah murka kepadamu”
misalnya, itu jelas tidak boleh, kata Ustadz Khalid Basalamah.
Ustadz Khalid Basalamah menegaskan bahwa selama orang itu masih hidup dan dirinya masih memiliki peluang untuk bertaubat, maka jangan pernah melabeli dirinya dengan neraka atau bentuk keburukan lainnya.***