

inNalar.com – Gaza disebut-sebut tengah menghadapi badai krisis kelaparan paling buruk di dunia.
Krisis pangan dan kelaparan yang dialami oleh penduduk Gaza diakibatkan oleh serangan dan pengepungan Israel.
Bahkan, PBB menuding terdapat sekitar 25 persen penduduk di Gaza kini menghadapi kelaparan.
Situasi tersebut pun kian memburuk dari hari ke hari seiring meningkatnya serangan disana.
Namun, hal itu malah dibantah oleh pihak IDF atau Israel yang mengaku bahwa mereka bekerja setiap hari untuk bantuan kemanusiaan ke daerah kantong tersebut.
IDF mengumumkan pada hari Rabu, 10 Januari 2024 melawan klaim dari PBB bahwa tidak ada cukup bantuan untuk menjangkau warga Gaza yang menderita “kelaparan” yang meluas, dikutip dari Allisrael .
Israel malah menuding PBB tidak mampu mendistribusikan bantuan dengan baik di Gaza.
IDF mengatakan truk-truk yang melewati pemeriksaan keamanan di sini diturunkan di sisi penyeberangan Gaza.
Kemudian, bantuan tersebut dipenuhi oleh organisasi internasional dan dikirimkan ke masyarakat Gaza.
Selain makanan, yang merupakan 70% dari muatan truk yang dikirim ke Gaza, kebutuhan seperti air, pasokan medis dan peralatan untuk tempat penampungan sementara juga melewati Kerem Shalom.
Unit Angkatan Pertahanan Israel yang bertanggung jawab mengawasi pengangkutan bantuan kemanusiaan ke Gaza, meningkatkan jumlah truk yang melewati perbatasan setiap hari.
Pihak zionis mengaku telah terjadi peningkatan dari rata-rata sebelum perang yaitu 70 truk per hari menjadi rata-rata minggu lalu sebesar 110 truk.
Israel juga mengatakan PBB gagal total dalam upayanya mendistribusikan bantuan kepada warga Gaza.
Meskipun terjadi bantahan keras dari Israel, PBB dan aktor-aktor lain secara konsisten mengeluh bahwa Israel tidak mengizinkan bantuan yang cukup masuk ke Gaza.
Selain membantah dan menuding PBB, Israel juga menuduh agen Hamas mencuri sebagian besar bantuan tersebut. ***