Piala Dunia 2022 Diwarnai Kontroversi, Pihak Qatar Bicara Soal LGBT Selama Penyelenggaraan


inNalar.com – 
Piala Dunia 2022 di Qatar akan segera dimulai beberapa hari lagi, banyak sekali kontroversi yang bergulir sebelum ajang itu berlangsung. Beberapa pihak di Qatar mulai berbicara.

Salah satu mantan pemain Timnas Qatar Khalid Salman berbicara mengenai salah satu kontroversi yang ada sebelum Piala Dunia 2022 adalah perilaku homoseksual.

“Selama gelaran Piala Dunia, akan ada hal baru yang datang ke negara ini. Salah satunya soal LGBT,” kata Salman dalam bahasa Inggris.

Baca Juga: Postingan Trisha Eungelica Ardyadana Bersama Sang Ayah Ferdy Sambo : My Hero, Forever And Always

“Saat ini yang terpenting adalah kami semua menerima kalian datang kesini. Namun mereka semua yang datang harus menerima aturan kami,”tambahnya.

Saat berbicara dengan media Jerman, pria yang juga menjabat sebagai duta untuk Piala Dunia Qatar ini menggambarkan homoseksualitas atau LGBT sebagai ‘kerusakan pikiran’.

Dia menyebut menjadi gay adalah ‘haram’ dan itu dilarang dalam bahasa Arab.

Baca Juga: Sirajuddin Mahmud Dituding Hamili Wanita Lain dan Rumah Tangganya Diambang Cerai, Zaskia Gotik Buka Suara

Selain pandangan dari Salman, salah satu penanggung jawab untuk ajang Piala Dunia, Faeser memberikan tanggapannya.

“Kami sendiri tak peduli dari mana mereka berasal, siapa saja yang mereka yakini atau cintai,” imbuhnya.

Faeser juga mengatakan bahwa tidak ada perubahan sikap dari perdana menteri, yang juga menteri dalam negeri Qatar.

Baca Juga: Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 58, Lengkap dengan Sejarah Awal Pemberantasan Penyakit Malaria

Setelah perbincangan singkat itu, Faeser akan berencana melanjutkan perjalanan ke laga pembuka Piala Dunia.

Sekitar 1,2 juta wisatawan mancanegara diprediksi akan hadir dalam gelaran Piala Dunia ini.

Beberapa dari mereka sudah berdatangan beberapa minggu sebelum Piala Dunia ini bergulir.

Baca Juga: Afifah Ifah’nda Mampu Bersanding dengan Cut Syifa dan Harris Vriza di Sinetron Tajwid Cinta SCTV, Bikin Baper

Sejak Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, banyak sikap kritik dan skeptisisme yang terus naik ke permukaan.

Kekhawatiran tentang wisatawan LGBT yang akan menghadiri Piala Dunia telah diungkapkan jauh-jauh hari.

Meski begitu, para wisatawan atau penonton mancanegara nantinya diharapkan untuk mengikuti aturan dari pihak penyelenggara Piala Dunia terkait hal-hal apa saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.

Baca Juga: Tips Menghadapi Resesi 2023 Ala Raditya Dika: Tetap Waspada tapi Jangan Panik

Laga pembuka di ajang Piala Dunia 2022 nanti akan dimulai hari Minggu, 20 November 2022 pukul 23:00 WIB antara tuan rumah Qatar melawan Ekuador.

Tuan rumah Qatar berada di grup A bersama dengan Ekuador, Senegal dan Belanda.

Terdapat 32 tim yang terbagi menjadi delapan grup yang akan bersaing untuk menjadi juara Piala Dunia 2022.

Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Ayah Nasional 2022, Cocok Dibagikan ke WhatsApp, Simak Daftar Link dan Cara Penggunaannya

Gelaran ini memang cukup unik karena dimulai saat pertengahan jadwal liga-liga besar Eropa bergulir.

Biasanya Piala Dunia digelar dipertengahan tahun antara Mei hingga Juli seperti tahun-tahun sebelumnya.

Akibat dari Piala Dunia yang digelar ditengah-tengah kompetisi Eropa, banyak pemain-pemain besar yang mengalami cedera sebelum berangkat ke Qatar.

Hal ini lantaran mepetnya laga terakhir di masing-masing negara dengan pertandingan Piala Dunia.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]