

inNalar.com – Perhelatan Piala Dunia 2022 yang akan berlangsung di Qatar bakal menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk mengecek keramaian suporter.
Tak hanya itu, teknologi AI juga digunakan untuk mengontrol suhu stadion selama gelaran Piala Dunia 2022 berlangsung di Qatar.
Teknologi AI sendiri akan dipantau oleh 100 teknisi yang on time saat Piala Dunia 2022 dilangsungkan. Melalui layar monitor yang terhubung dengan 22.000 kamera para teknisi akan memantau setiap pergerakan suporter.
Baca Juga: Prediksi Qatar vs Ekuador Laga Perdana di Piala Dunia 2022, Siapa Jadi Pencetak Gol Pertama ?
Lebih lanjut, para cybersecurity hingga pasukan anti-terorisme juga dikerahkan di Piala Dunia 2022. Aparat keamanan tersebut akan bersiaga di kursi pejabat Qatar dan FIFA.
“Dengan satu klik Anda dapat beralih dari satu stadion ke stadion lainnya, karena kami memiliki semuanya terintegrasi melalui platform terpusat kami, dalam hal manajemen fasilitas, keamanan, kesehatan dan keselamatan, dan operasi ICT [teknologi informasi dan komunikasi],” kata Hamad Ahmed al-Mohannadi, dikutip inNalar.com.
Tujuan dipasangnya teknologi AI di Piala Dunia 2022 Qatar, yakni untuk menghindari insiden seperti kekacauan suporter yang pernah terjadi pada bulan Mei di luar Stade de France di Prancis.
Baca Juga: Kemesraan Sabda Ahessa dan Wulan Guritno di Tiba-Tiba Tenis Jadi Kode akan Segera Menikah?
Kala itu, pihak kepolisian sampai harus menggunakan gas air mata dan semprotan merica pada suporter yang mencoba menerobos pertandingan final Liga Champions, antara Liverpool vs Real Madrid.
Tak hanya itu, kematian massal dalam dunia sepak bola juga terjadi di Indonesia. Total 130 suporter tewas dalam tragedi Kanjuruhan.
Tim teknis pusat Qatar mengatakan bahwa agregasi data memungkinkan mereka untuk memperkirakan pola kerumunan pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Karena mereka mengetahui jumlah pasti orang yang diharapkan berdasarkan penjualan tiket laga Piala Dunia 2022 dan memprediksi lonjakan pengunjung.
Hal itu bisa didasarkan pada waktu kedatangan suporter di Piala Dunia 2022, titik masuk atau bahkan pergerakan orang pada waktu tertentu.
“Kami memiliki tim kontrol kerumunan dan staf keamanan di lapangan, dan kami memiliki lembaga penegak hukum dan kami melengkapi pengambilan keputusan mereka dengan data. Jadi itu sangat unik,” kata Niyas Abdulrahiman, chief technology officer pusat.
Baca Juga: Seorang Bapak Datangi Kantor Polisi Riau untuk Cari Bantuan, Alasannya Bikin Haru
Dengan teknologi AI di Piala Dunia 2022 Qatar, dapat menghitung jumlah orang dalam suatu ruang dan menerapkan ambang batas.
Jika ada lebih dari 100 orang di area tertentu, misalnya, teknisi bisa melihat kemacetan, memeriksa kinerja gerbang masuk dan memastikan arus orang masuk dan keluar stadion lancar.
Selain itu, seluruh stadion yang digunakan saat Piala Dunia 2022 juga ber-AC. Jika ada perbedaan suhu di dalam venue, sensor dari pusat komando dapat mengambil data dan meminta penyesuaian.
“Melalui pusat komando ini, platform terpusat kami memberi kami kesempatan untuk memiliki respons cepat, kinerja yang lebih baik dalam operasi dengan lebih sedikit orang,” kata Al Mohannadi.
Pihak panitian juga telah mempersiapkan soal ancaman siber dalam Piala Dunia 2022, dengan menggunakan sistem khusus yang dirancang untuk melawan peretasan.
“Jelas, semua ini bergantung pada keamanan siber yang sangat mudah bahwa semua sistem Anda harus mampu menahan ancaman apa pun dari luar atau dalam. Kami memastikan bahwa sistem aman. Dan kami melakukannya sebagai rutinitas sekarang untuk memastikan bahwa selama Piala Dunia FIFA insiden besar keamanan siber tidak akan terjadi.” pungkas Direktur pusat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi