PHK 1700 Karyawan! Naiknya UMK Purwakarta Justru Buat Pabrik Garmen Terbesar di Asia Tenggara Bangkrut, Berapa Tinggi Naiknya?

InNalar.com – Terdapat Pabrik Garmen di Jawa Barat yang kini telah berhenti beroperasi atau bangkrut.

Bahkan penutupan itu terjadi karena adanya kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Purwakarta yang naik sehingga ribuan orang terkena PHK.

Sebenarnya penutupan ini juga terjadi karena sulitnya bersaing dengan pasar internasional yang memang semakin sulit.

Baca Juga: Bunga 1 Persen per Bulan, Segini Penghasilan Minimal Guna Ajukan Pinjaman BCA Personal Loan

Terlebih lagi ada pula dampak dari Covid-19 yang menyebabkan keuangan dunia masih belum stabil.

Salah satu dampak dari hal-hal yang telah dijelaskan di atas ini adalah bangkrutnya pabrik garmen milik PT Eins Trend.

Sebenarnya perusahaan PT Eins Trend ini telah beroperasi selama 16 tahun di Purwakarta.

Baca Juga: Dorong Ekspor hingga Rp5,4 Miliar, PLBN Badau di Kalimantan Barat Berhasil Tingkatkan Penjualan Komoditas Lokal dari Kapuas Hulu ke Malaysia

Tentu karena sudah berdiri cukup lama, hal ini membuktikan jika perusahaan ini cukup solid.

Bahkan sebenarnya terdapat 4 pabrik sekaligus yang telah bangkrut selama tahun 2023 ini karena sulitnya pasar internasional dan sulitnya mencari pembeli.

Berdasarkan 4 perusahaan yang telah gulung tikar tersebut, diketahui dari Januari hingga November 2023 telah ada 1.756 karyawan yang terkena PHK.

Baca Juga: Kuras Dana Rp2,1 Triliun, Megaproyek SPAM di Majalengka Jawa Barat Ini Diramalkan Mampu Makmurkan 5 Daerah Sekaligus, Kini Masuki Tahap…

Akan tetapi, satu perusahaan yang dampaknya paling terasa adalah PT Eins Trend.

Bagaimana tidak, perusahaan yang bergerak di bidang pakaian garmen ini saja harus lakukan putus hubungan kerja pada karyawannya yang jumlahnya sekitar 1.015 orang.

Dilansir InNalar.com dari Pemkab Purwakarta, perusahaan yang bergerak di bidang garmen Manufacture & Eksport – Import berada di Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka.

Baca Juga: Dananya Capai Rp1,4 Triliun, Bendungan Raksasa di NTT Ini Diramalkan Bisa Melipatgandakan Produksi Beras, Progresnya…

Selain telah beroperasi 16 tahun, sebenarnya pabrik ini juga jadi yang terbesar di Asia Tenggara walau kini harus ditutup dan pindah dengan adanya kenaikan UMK.

Adapun kenaikan UMK yang terjadi pada Purwakarta sendiri sebenarnya hanya sebesar 0,79% atau sekitar Rp35 ribu.

Namun karena kenaikan itu, daerah yang masuk di provinsi Jawa Barat itu kini upahnya adalah Rp 4,5 juta.

Baca Juga: Rampung 2024, Proyek Bendungan Senilai Rp23 Triliun di Semarang Ini Diramalkan Bikin Petani Makin Produktif, Panen Berapa Kali?

Karena terjadi kenaikan tersebut, maka dikabarkan jika perusahaan itu akan memindahkan pabriknya ke Jawa Tengah yang memiliki nilai upah lebih rendah.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pabrik garmen PT Eins Trend sebenarnya mendapat penanaman modal asing secara penuh dari Amerika, sedangkan yang mengelolanya adalah perusahaan asal Korea.

Selama beroperasi kemarin, pabrik ini pun sebenarnya didominasi oleh pekerja perempuan dibandingkan wanita selama untuk memproduksi pakaian yang diperlukan.

Namun karena sudah bangkrut dan akan berpindah ke Jawa Tengah, kini mesin-mesin yang ada tengah dalam perjalanan kepindahannya. ***

 

Rekomendasi