Petinggi Binary Option Binomo Ternyata Sembunyi di Negara Ini, Pak Polisi Coba Cek Sekarang


inNalar.com – Binary Option atau opsi biner merupakan instrumen trading online yang cara kerjanya mengharuskan para trader menebak harga dan mempertaruhkan sebagian modalnya.

Di Indonesia, bahasan mengenai Binary Option tengah menjadi sorotan banyak pihak. Hal itu terjadi setelah 2 affiliator-nya, yakni Indra Kenz dan Doni Salmanan dibekuk oleh pihak kepolisian.

Satgas Waspada Investasi (SWI) mengatakan dengan tegas bahwa Binary Option sebagai bentuk perjudian, bukan instrumen investasi.

Baca Juga: Rizky Billar dan Alffy Rev akan Diperiksa Penyidik Bareskrim Polri Pekan Depan Terkait Kasus Doni Salmanan

Parahnya, sejumlah platform Binary Option yang beredar di Tanah Air tidak memiliki izin legalitas resmi dan kantornya tidak diketahui secara pasti lokasinya.

Tak sedikit korban bermunculan dan membuat pengakuan bahwa mereka sudah menghabiskan uang hingga ratusan juta rupiah untuk bermain trading di Binary Option.

Alih-alih mendapat untung dari konsep “High Risk High Reward”, para trader pemula tersebut malah mengalami kerugian yang cukup besar, dan nilainya fantastis.

Baca Juga: 5 Cara Atasi Pusing saat Puasa, Tanpa Obat dan Tidak Membatalkan Puasa

Tak heran, para korban Binary Option kini berbondong-bondong melaporkan affiliator platform judi berkedok trading itu.

Untuk menghindari kejadian penipuan berkedok investasi dari aplikasi berkedok trading, berikut inNalar.com sajikan daftar situs dan aplikasi Binary Option ilegal versi Bappebti:

1. Octa FX

2. Urban Fx Trade

3. Quotex

4. USG Forex

5. IQ Option

6. Olymp Trade

7. Weltrade

8. Binomo

9. Bravo Fx

10. Exness

Jika 2 crazy rich yang gencar mempromosikan Binary Option sudah ditangkap dan sudah disita seluruh asetnya, lantas dimana para petingginya?

Baca Juga: Lirik Lagu Go dari Kanda Brothers, Gaet Fuji Sebagai Model Klipnya

Menjawab pertanyaan tersebut, YouTuber Ferry Irwandi akhirnya mengungkapkan fakta mengejutkan soal keberadaan petinggi Binary Option.

Seperti diketahui, aplikasi Opsi Biner seperti Binomo, Qoutex, dan kawan-kawannya tidak memiliki kantor resmi di Indonesia.

Hal itu jelas menjadi keanehan sendiri, mengingat mereka mempromosikan investasi uang dengan cara deposit di awal.

Baca Juga: 15 Rekomendasi Tempat Ngabuburit Murah Meriah di Jogja

Kenehan lain, yaitu para trader hanya akan mendapat keuntungan 80 persen jika menang, dan jika kalah mengalami kerugian 100 persen dari modal.

Lebih lanjut, di luar negeri, Binary Option sebenarnya sudah menjadi buruan Federal Bureau of Investigation (FBI).

Dan sudah banyak kasus di luar sana, data pengguna broker Binary Option diperjualbelikan kepada orang lain.

Baca Juga: Aksi Emak-Emak Adu Mulut Gegara Rebutan Nugget Promo, Begini Komentar Warganet

Penelitian Ferry Irwandi juga mengatakan, Binary Option melakukan manipulasi dari pergerakan candle, sehingga mereka punya kuasa penuh menurun atau menaikkan candle sesuka hati.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan kepada publik, bahwa platform Binary Option Binomo dimiliki oleh perusahan yang bernama Dolphin LLC.

“Dolphin LLC ini adalah perusahaan obat yang ada di Rusia,” kata Ferry, dikutip inNalar.com dari videonya.

Baca Juga: Kontrak Berakhir, Seungyeon dan Yeeun CLC Tinggalkan Cube Entertainment

Sedangkan, aplikasi Binomo berada di Pulau Karibia atau negara Saint Vincent and Grenadines.

“Sebuah negara yang sangat-sangat kecil yang berada di lautan lepas, negara Tax Haven. Once day, mereka bawa lari uang lo ya enjoy,” ungkapnya.

Pihak kepolisian sendiri kini masih mendalami kasus Binary Option tersebut. Rencananya, para petinggi Binomo dan kawan-kawannya akan menjadi target utama.

Baca Juga: Video Penampakan Kuntilanak Viral di Media Sosial, Ini Komentar Lucu Warganet

Kita percayakan saja kasus ini kepada pihak berwajib, dan bagi para korban affiliator trading Indra Kenz dan Doni Salmanan diharapkan untuk segera melapor ke polisi agar bisa cepat diselesaikan.***

Rekomendasi