Pesona Kampung Anti Mainstream di Gunungkidul Ini Bikin Iri Setengah Mati! Intip Fakta Menariknya

InNalar.com – Indonesia dan pesona keberagamannya memang memiliki ciri tersendiri di mata dunia.

Salah satu hal menarik dari negara ini dapat dijumpai di Daerah Istimewa Yogyakarta atau lebih tepatnya di Kelurahan Nglanggeran Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Jawa Tengah.

Kampung Pitu namanya, salah satu kampung anti mainstream yang kerap berada dalam daftar rekomendasi destinasi wisata mistis dengan pesona luar biasa.

Baca Juga: Jadi Ibu Kota Negara Nusantara! Beginilah Progres Pembangunan di Kalimantan Timur, Calon Ibu Kota Negara Baru

Arti kata pitu sendiri diambil dari Bahasa Jawa yang apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti angka 7 (tujuh).

Dan sesuai dengan julukannya, Kampung Pitu yang berada di bagian sebelah timur puncak Gunung Api Purba Nglanggeran tersebut hanya bisa dihuni oleh tujuh keluarga saja.

Lalu, apa fakta menarik lain dari Kampung Pitung di Jawa Tengah ini? simak ulasannya berikut ini.

Baca Juga: Unik dan Menarik, Kampung di Sulawesi Selatan Ini Punya Nama Bak Film Horor, Merinding saat Mendengarnya

1. Asal usul keberadaan Kampung Pitu

Dilansir oleh inNalar.com dari website resmi PemKab Gunungkidul, konon terbentuknya Kampung Pitu ini dimulai dari keberhasilan seorang Abdi Dalem Keraton, Eyang Iro Kromo, dalam upayanya untuk menjaga sebuah pusaka sakti yaitu pohon Kinah Gadung Wulung.

Pihak Keraton Yogyakarta kemudian menghadiahkan sebuah tanah pada Eyang Iro agar bisa ditinggalinya dengan keturunannya.

Tanah hadiah dari keraton tersebutlah cikal bakal dari Kampung Pitu yang dikenal sekarang.

Baca Juga: Seluruh Warga Desa Terpencil di Situbondo, Jawa Timur Ini Terkena Kutukan Mengerikan: Lokasinya…

2. Kepercayaan yang dijunjung tinggi

Para warga yang tinggal di Kampung Pitu percaya bahwa kampung tersebut diciptakan oleh Tuhan supaya hanya bisa dihuni oleh tujuh keluarga saja.

Kepercayaan yang telah timbul sejak dahulu tersebut diperkuat dengan beberapa bukti dari peristiwa yang telah terjadi.

Seperti, apabila kampung itu dihuni lebih dari tujuh keluarga, maka salah satu dari antara mereka akan pergi dengan sendirinya, entah karena tidak betah atau pergi untuk selamanya.

Sebaliknya, jika jumlah keluarga yang menghuni kampung kurang dari tujuh, maka tak berapa lama kekurangan tersebut akan terisi kembali dengan kehadiran penduduk baru.

3. Pesona keindahan alamnya yang luar biasa

Kampung yang terletak diketinggian hampir 1000mdpl ini memiliki pesona alam yang masih asri dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Alhasil, banyak wisatawan lokal datang saat akhir pekan untuk menikmati pengalaman berkemah yang alami sekaligus menunggu sunrise bahkan sunset di puncaknya.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]