

InNalar.com – Air terjun punya pesona tersendiri bagi beberapa orang. Jika tertarik, kamu bisa mengunjungi Wisata air deras Madakaripura yang ada di Probolinggo.
Air terjun Madakaripura terletak diantara tiga desa, yaitu Desa Negorejo, Desa Sapih, dan Desa Wonorejo. Namun akses utama menuju lokasinya di Desa Negorejo. Lokasi tepatnya dari google map berada di Branggah, Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa timur.
Jarak Air Terjun ini apabila ditempuh dari pusat kota Probolinggo sejauh 37 kilometer.
Baca Juga: Menyendiri di Hutan Belantara Jawa Tengah, Satu Rumah di Banjarnegara Punya Pemandangan Tak Terduga
Jika ingin langsung menuju ke sana, pengunjung harus jalan kaki atau trekking sejauh 1,5 km yang akan memakan waktu 20 menit.
Jam operasional titik wisata mulai buka jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Puncak pengunjung biasanya terjadi pada weekend atau hari libur. Oleh karena itu, persiapkan rencana yang matang apabila ingin datang berkunjung.
Sedangkan untuk harga tiket masuk akan berbeda antar wisatawan lokal dan mancanegara. Tarif yang dikenakan bagi wisatawan lokal adalah sebesar Rp 33.000, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp 53.000.
Baca Juga: Kampung Mati di Gunung Purba Wonogiri Hanya Didatangi Penghuninya Pas Siang, Ternyata Ada Sebabnya
Pemandangan yang disuguhkan adalah hamparan tebing airnya yang memiliki ketinggian 200 meter. Selain itu, jika diperhatikan seksama, air yang jatuh dari pinggir tebing akan terlihat seperti tirai.
Akibat percikan air dengan tebing, akan membuat efek seperti hujan gerimis yang menambahkan keindahan Air Terjun Madakaripura.
Selain itu, juga terdapat kolam yang berwarna biru yang terbentuk secara alami di bawah airnya.
Baca Juga: Ritual Adat Tumpeng Sewu, Tradisi Sakral yang Paling Dinanti Suku Osing di Banyuwangi
Tidak hanya menyimpan keindahan panorama alam saja, namun Air Terjun Madakaripura juga menyimpan kisah dari sosok Patih Gajah Mada.
Bahkan nama Madakaripura juga diambil dari Gajah Mada, yaitu Mada. Sedangkan kata “Kari” memiliki arti peninggalan, dan “Pura” yang berarti semedi.
Menurut kepercayaan warga sekitar, saat itu Patih Gajah Mada menghabiskan sisa hidupnya di air terjun ini hingga meninggal.
Baca Juga: Bak Kembali ke Zaman Kerajaan, Belanja di Pasar Kuno Pacitan Ini Bikin Pengunjung Berasa Pindah Masa
Alasan Gajah Mada melakukannya adalah untuk merenungi setiap tindakan yang dilakukannya selama ini.
Diketahui sebelumnya Gajah Mada di copot dari jabatan Mahapatih karena telah melakukan pembantaian ratusan orang di Kerajaan Sunda Galuh.
Hal ini semakin diperkuat dengan hadirnya Arca Gajah Mada yang ada di lokasi air terjun.
Terdapat juga sebuah mitos yang menyebutkan air yang ada disini adalah suci atau disebut sebagai Tirta Sewana yang konon dipercaya bisa membuat awet muda. ***(Muhammad Arif)