

inNalar.com – Jalan Tol Manado-Bitung di Sulawesi Utara merupakan satu-satunya proyek investasi yang bikin panas dingin Jasa Marga.
Bagaimana tidak, realita di lapangan arus lalu lintas di jalan tol di Manado, Sulawesi Utara ini belum bergairah secara finansial.
Alhasil Jasa Marga selaku pemilik konsesi tol terbesar di Indonesia yang mengoperasikan jalan ini perlu survive dengan proyek yang satu ini.
Awal mula pembangunan jalan tol di Manado, Sulawesi Utara ini ditujukan untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.
Namun apa daya survei dan realita belum menunjukkan hasil yang selaras untuk bisa membuat jalan tol pertama di Sulawesi Utara ini bikin cerah masa depan finansial Jasa Marga.
Ditambah lagi rate tarif tol yang menurut para pelaku industri bikin nyesek ini menambah daftar tantangan Jasa Marga memikat pelintas.
Permasalahan kelayakan keberlanjutan proyek secara finansial dan kualitas impact pembangunan terhadap masyarakat seolah menjadi kondisi dilematis badan usaha.
Dengan skema pembangunan KPBU, tentu saja Jasa Marga dan Pemerintah RI perlu bergandengan tangan.
Butuh strategi moncer untuk membuat investasi proyek Jalan Tol Manado-Bitung ini bisa balik modal sebelum masa konsesi berakhir.
Perlu diketahui, masa konsesi jalan tol di Manado, Sulawesi Utara ini berjalan hingga 40 tahun.
Salah satu penelitian yang mengulik studi kasus dinamika ruas tol yang satu ini membeberkan dua kunci penyelamatnya.
Kunci penyelamat pertama adalah adanya usulan penambahan masa konsesi untuk memberikan nafas pada badan usaha secara finansial.
Kunci penyelamat kedua adalah Pemerintah RI perlu menjamin keberlanjutan pendapatan Badan Usaha melalui skema Avaibility Payment.
Sehingga keberlanjutan proyek jalan tol ini tetap aman dan layak secara penghitungan finansialnya.
Namun optimisme tetap layak untuk dipertahankan, mengingat Presiden RI Joko Widodo sempat mengungkap kekuatan ekonomi Sulawesi Utara saat peresmian ruas tol ini.
Presiden mengungkap ruas tol ini akan membuka episentrum ekonomi baru dengan alasan sebagai berikut.
“Karena di 2021 di Sulawesi Utara memang di atas pertumbuhan ekonomi nasional kita,”ujar Presiden RI Joko Widodo, dikutip dari Sekretariat Kabinet RI.
Sehingga diharapkan dengan adanya strategi keberlanjutan finansial proyek yang maksimal masih bisa membalikkan keadaan tersebut.
Kendati demikian, tidak boleh dipungkiri bahwa keberadan ruas tol ini mampu mempersingkat waktu tempuh secara signifikan.
Apabila tadinya perjalanan dari Manado menuju Bitung butuh waktu 2 jam melalui jalan nasional.
Maka kini warga Sulawesi Utara bisa langsung akses Manado-Bitung hanya dalam waktu 30 menit saja.
Sebagai informasi tamabahan, ruas tol sepanjang 39,8 kilometer ini memiliki lima gerbang tol.
Gerbang tol jalan ini tersebar di daerah Manado, Air Madidi, Kauditan, Danowudu, dan Bitung.
Sistem transaksi di jalan raya bebas hambatan ini sudah menggunakan E-Money, sehingga para pengendara perlu memastikan keterisian saldo kartu pembayarannya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi